AS Ungkap Alasan Serangan Udara Pekan Lalu Untuk Halangi Iran

Syarifah | Rabu, 30 Juni 2021 - 11:30 WIB

AS Ungkap Alasan Serangan Udara Pekan Lalu Untuk Halangi Iran FOTO : Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Linda Thomas-Greenfield bersaksi kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR tentang prioritas Administrasi Biden untuk keterlibatan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Capitol Hill di Washington, AS, 16 Juni 2021. (REUTERS)


NEW YORK (Otonominews) - Amerika Serikat mengungkapkan alasan serngan udara pada akhir pekan lalu, kepada Dewan Keamanan PBB. Menurut pemerintah Joe Biden itu, pihaknya menargetkan milisi yang didukung Iran di Suriah dan Irak untuk mencegah gerilyawan dan Teheran melakukan atau mendukung serangan lebih lanjut terhadap personel atau fasilitas AS.

Berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara harus segera diberitahu tentang tindakan apa pun yang diambil negara untuk membela diri terhadap serangan bersenjata.

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan serangan udara itu menghantam fasilitas yang digunakan oleh milisi yang dipersalahkan atas serangkaian serangan drone dan roket yang meningkat terhadap personel dan fasilitas AS di Irak.

"Tanggapan militer ini diambil setelah opsi non-militer terbukti tidak memadai untuk mengatasi ancaman tersebut, dengan tujuan untuk meredakan situasi dan mencegah serangan lebih lanjut," tulisnya dalam sebuah surat, yang dilihat oleh Reuters.

Presiden Joe Biden menulis surat serupa kepada Kongres pada hari Selasa. "Amerika Serikat siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut, yang diperlukan dan sesuai, untuk mengatasi ancaman atau serangan lebih lanjut," katanya.

Menurut Pejabat Militer AS, Pasukan AS diserang roket di Suriah pada Senin sebagai pembalasan atas serangan udara AS akhir pekan lalu. Sekitar 34 roket ditembakkan dalam serangan itu, tetapi tidak ada korban luka.

Sementara militer Irak dan AS berkoordinasi erat dalam pertempuran terpisah di Irak melawan sisa-sisa kelompok ekstremis Sunni Negara Islam, pemerintah dan militer Irak mengutuk serangan udara AS terhadap milisi yang didukung Iran.

Amerika Serikat yang memulai serangan udara terhadap Negara Islam di Suriah pada tahun 2014 silam, mengatakan kepada PBB bahwa tindakan itu dilakukan karena pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad telah gagal menghapus tempat perlindungan yang digunakan oleh para militan untuk melancarkan serangan ke Irak.

Sementara itu, Irak mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada saat itu bahwa mereka meminta bantuan AS karena tempat yang aman bagi para militan di Suriah telah membuat perbatasannya mustahil untuk dipertahankan.