Rekor Baru, Afrika Selatan Capai 26.000 Kasus Covid-19 Setiap Hari

Syarifah | Minggu, 04 Juli 2021 - 09:11 WIB

Rekor Baru, Afrika Selatan Capai 26.000 Kasus Covid-19 Setiap Hari FOTO : Seorang pasien dirawat selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) ketika negara itu menghadapi pembatasan yang lebih ketat, di MASA (Asosiasi Muslim Afrika Selatan) Medpark di Johannesburg, Afrika Selatan, 1 Juli 2021. (REUTERS)


JOHANNESBURG (Otonominews) - Afrika Selatan mencapai rekor 26.000 kasus baru COVID-19 pada Sabtu kemarin. Ini merupakan penghitungan rekor kedua dalam beberapa hari, ketika gelombang infeksi ketiga merajalela melalui populasi yang sebagian besar belum divaksinasi.

Meningkatnya infeksi yang merajalela di negara paling maju di Afrika telah memperluas layanan kesehatan ke titik puncaknya. Bahkan beberapa rumah sakit terpaksa melakukan perawatan di luar ruangan dan memaksa pemerintah untuk memberlakukan pembatasan penguncian.

Afrika Selatan telah mencatat lebih dari 2 juta kasus dan 61.500 kematian sejauh ini selama pandemi. Data dari Departemen Kesehatan menunjukkan, sementara 3,3 juta orang telah divaksinasi, sekitar 5 persen dari populasi.

Belum lagi tingkat vaksinasi yang rendah hingga kegagalan birokrasi menjadi, menjadi masalah yang harus dihadapi di Afrika Selatan. Bahkan pzqemerintah harus memusnahkan 2 juta dosis vaksin Johnson & Johnson (JNJ.N) yang terkontaminasi awal tahun ini, sementara upaya untuk menggantinya menghadapi hambatan pasokan global.

Presiden Cyril Ramaphosa telah mengkritik "apartheid vaksin" global, negara-negara kaya dengan persediaan vaksin berlimpah, sementara negara-negara miskin menunggu.

Untuk mengatasi masalah ini, Afrika Selatan pada hari Sabtu menyetujui vaksin Sinovac China untuk melawan COVID-19, seiring dengan semakin banyaknya bukti keefektifannya.