14 Pasar Nonessensial di Solo Dibuka Hari Ini

hen | Selasa, 27 Juli 2021 - 09:04 WIB

14 Pasar Nonessensial di Solo Dibuka Hari Ini FOTO : Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.(ist)


SOLO (Otonominews.co.id) – Mulai hari ini, Selasa (27/7), Pemeritah Kota Solo Jawa Tengah akan membuka kembali pasar-pasar nonessensial yang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaarakat (PPKM) darurat kemarin ditutup.

Wali Kota Solo Gibran Rakabumning Raka menyebutkan, pembukaan sebanyak 14 pasar nonessesnaial tersebut telah disosialisasikan kepada para pedagang. 

"Pasar-pasar buka besok," kata Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (26/7).  

Gibran menjelaskan, kebijakan Pemkot tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 067/2284 tentang pembatasan kegiatan masyarakat level 4.

Dalam SE tersebut diatur bahwa pasar yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok (esensial) diizinkan beroperasi hingga pukul 17.00 WIB. Ada pun jam operasional pasar non-esensial dibatasi hingga pukul 15.00. Pengunjung di dua kategori pasar tersebut harus dibatasi maksimal 50% dari total kapasitas bangunan.

Pemkot Solo, kata putera sulung Presiden Joko Widodo ini, hanya mengimplementasi aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

"Sesuai instruksi menteri, sesuai perintah dari pusat. Surat Edaran baru nanti saya tandatangani. Buka kembali besok (pasar)," kata Gibran.

Untuk 14 pasar tradisional yang sebelumnya ditutup yakni Pasar Klewer, Pasar Notoharjo, Pasar Gilingan, Pasar Bambu, Pasar Kabangan, Pasar Singosaren, Pasar Elpabes, Pasar Ngarsopuro, Pasar Triwindu, Pasar Cenderamata, Pasar Mebel, Pasar Panggungrejo, Pasar burung dan ikan hias Depok, serta Pasar Ledoksari.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo Heru Sunardi mengatakan rencana pembukaan pasar nonesensial sudah disosialisasikan kepada para pedagang.

"Kami sudah sosialisasikan, kalau diperlukan untuk loading hari ini ya dipersilahkan. Jam bukanya tidak diatur tetapi jam tutupnya diatur, yakni hingga pukul 15.00 WIB," kata Heru.  

Meskipun sudah ada pelonggaran, untuk penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan secara disiplin. Untuk pengawasan yang dilakukan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengurus paguyuban masing-masing pasar. 

"Jangan semua pengawasan diserahkan ke pemerintah. Mereka juga harus waspada dan disiplin dengan sendirinya karena angka Covid-19 di Solo masih fluktuatif," katanya. 

Sekedar diketahui, sebelumnya, dari 44 pasar tradisional yang ada di Kota Solo, hanya 30 di antaranya yang boleh beroperasi selama pemberlakuan PPKM sejak tanggal 3 Juli 2021. 14 pasar tradisional yang bergerak di sektor nonesensial harus tutup sementara waktu.