KPK Periksa Hengky Kurniawan Dugaan Korupsi Bansos Bupati Bandung Barat

hen | Rabu, 28 Juli 2021 - 14:03 WIB

KPK Periksa Hengky Kurniawan Dugaan Korupsi Bansos Bupati Bandung Barat FOTO : Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.(ist)


BANDUNG BARAT (Otonominews.co.id) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah mendalami kasus dugaan perencanaan Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, setelah memeriksa Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan sebagai saksi dalam kasus korupsi penanganan bantuan sosial Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat, kemudian penyidik mendalami adanya dugaan pembahasan serta perencanaan Bansos Covid-19 antara Hengky Kurniawan bersama tersangka korupsi Bansos Aa Umbara Sutisna.

“Hengky didalami pengetahuannya antara lain mengenai dugaan adanya perencanaan dan pembahasan bersama dengan tersangka AUM (Aa Umbara Sutisna) terkait dengan bantuan Bansos dalam pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020,” kata Ali Fikri, Rabu (28/7).

KPK memeriksa Hengky Kurniawan sebagai saksi untuk tersangka Aa Umbara pada Selasa, 27 Juli 2021.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Aa Umbara, pihak swasta yang juga anak AA Umbara yaitu Andri Wibawa, serta Pemilik PT Jagat Dir Gantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang, M Totoh Gunawan.

Aa Umbara disangka memberikan proyek pengadaan bansos Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat pada M Totoh Gunawan dan anaknya, Andri Wibawa. KPK menyangka Aa Umbara memperoleh fee Rp 1 miliar dari dua orang itu, sedangkan Totoh menerima Rp 2 miliar dan Andri sebesar Rp 2,7 miliar.

Usai diperiksa KPK, Hengky sempat memberikan keterangan kepada awak media. Ia, mengaku banyak dicecar pertanyaan oleh penyidik antirasuah.

“Banyak ya, ada berapa pertanyaan saya lupa terkait bagaimana pembagian tugas selama di pemerintahan dengan Pak Bupati (Aa Umbara Sutisna), saya jawab normatif. Kemudian apakah terlibat dalam Satgas COVID-19 di Bandung Barat Tahun 2020, saya bilang saya tidak dilibatkan. Seputar itu lebih ke bagaimana pembagian tugas di pemerintahan,” kata Hengky.

Dalam perkara korupsi pengadaan Bansos Kab Bandung Barat. AA Umbara dan anaknya (Andri Wibawa) mengambil keuntungan mencapai Rp 3,7 miliar. Dalam hal ini Andri memakai nama perusahaan CV. Jayakusuma Cipta Mandiri dan CV. Satria Jakatamilung demi mendapatkan paket pengerjaan Bansos mencapai puluhan miliar.

Andri mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS.

Sementara, M Totoh hanya mendapakan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 15, 8 miliar untuk pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bansos PSBB.

Dalam pengerjaannya, M Totoh mengambil keuntungan mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan, anak Aa Umbara, Andri meraup uang mencapai Rp 2,7 miliar.