Gubernur Jatim: Rumah Kurasi Kediri Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM

hen | Rabu, 28 Juli 2021 - 15:45 WIB

Gubernur Jatim: Rumah Kurasi Kediri Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM FOTO : Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah dan Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto meresmikan Rumah Kurasi Jatim di Kediri.


KEDIRI (Otonominews.co.id)  - Kehadiran Rumah Kurasi di Kota Kediri Jawa Timur membawa banyak manfaat bagi pelaku Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM). Rumah Kurasi menjadi angin segar dan harapan baru bagi sektor UMKM di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Manfaat yang sudah dirasakan, bahkan sebelum rumah kurasi ini diluncurkan, adalah produk pelaku usaha bisa tembus pasar internasional. Permintaan pasar luar negeri terhadap produk tersebut mencapai 6 ton per bulan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melaunching Rumah Kurasi di Hotel Grand Surya, Selasa (27/7) sore.

Dalam peresmian tersebut Gubernur bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim Difi Ahmad Johansyah dan Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto. Hadir pula diacara tersebut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Dalam sambutannya Khofifah menyampaikan, Rumah Kurasi ini diharapkan mampu meningkatkan standarisasi kualitas dan daya saing produk-produk UMKM Jatim di pasar nasional maupun internasional.

"Rumah Kurasi ini menjadi harapan baru di tengah kondisi pandemi COVID-19. Rumah Kurasi ini sebagai terobosan dalam pelaksanaan kurasi di era pandemi karena berbasis Kurasi Digital, tanpa menghilangkan aspek-aspek kualitas pelaksanaan standar kurasi pada umumnya," kata Khofifah.

Melalui program Rumah Kurasi, kata dia, UMKM tidak perlu khawatir jika ingin mendapatkan sertifikat kurasi produk secara mudah, serta berkualitas. Untuk bisa memanfaatkan Rumah Kurasi ini, UMKM cukup mendaftarkan produk unggulannya secara online di www.rumahkurasi.com dan mengikuti proses kurasi.

"Selanjutnya, pelaku UMKM yang telah mendaftar di Rumah Kurasi ini akan difasilitasi proses kurasinya oleh kurator, asesor dan juga instruktur yang bersertifikat," ujar Khofifah.
 
Rumah Kurasi di Kediri ini, lanjut dia, telah membantu kurasi beberapa produk UMKM Jatim untuk memasarkan ke pasar luar negeri. Gubernur mencontohkan, misalnya membantu menjual keripik tempe produk UMKM ke Amerika, menjual keripik asal Malang ke Uni Emirat Arab sebanyak 6 ton per bulan dan lain-lain.

"Kami berharap ke depan Rumah Kurasi di Kediri ini juga akan diikuti rumah kurasi-rumah kurasi di kabupaten kota lain di Jatim, terutama di kawasan Malang Raya," imbuhnya.

Sementara Kepala Perwakilan BI Jatim dikesempatan itu menambahkan, inisiasi program ini membutuhkan proses yang panjang. Ide Rumah Kurasi muncul setelah memetakan bahwa sejatinya ada pasar yang potensi untuk disasar produk lokal Jatim. Namun banyak yang tidak bisa diproses karena masalah standar kualitas dan semacamnya.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menuturkan, Rumah Kurasi sudah lama digagas di Kota Kediri. Rumah Kurasi sudah berjalan tahun 2020 hingga sekarang dilaunching .

“Awalnya mendorong dari UMKM yang ada di Kota Kediri untuk masuk ke marketplace. Dari evaluasi, produk yang dikurasi semakin banyak. Permintaan ekspor untuk produk UMKM Kota Kediri sudah ada. Saya sepakat bahwa UMKM itu sebenarnya tidak perlu tinggi standarnya. Yang penting good looking, eye catching produk itu dan rasanya masuk,” ujarnya.

“Kendala yang sering muncul adalah karena harus ada peningkatan kualitas dan standarisasi. Kadin nanti akan jadi agregator. Nggak mungkin kita kembangan UMKM kecil tanpa agregator. Dan Rumah kurasi ini alhamdulillah satu satunya rumah kurasi di Indonesia,” tegas Difi.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menuturkan, Rumah Kurasi sudah lama digagas di Kota Kediri. Rumah Kurasi sudah berjalan tahun 2020 hingga sekarang dilaunching .

“Awalnya mendorong dari UMKM yang ada di Kota Kediri untuk masuk ke marketplace. Dari evaluasi, produk yang dikurasi semakin banyak. Permintaan ekspor untuk produk UMKM Kota Kediri sudah ada. Saya sepakat bahwa UMKM itu sebenarnya tidak perlu tinggi standarnya. Yang penting good looking, eye catching produk itu dan rasanya masuk,” ujarnya.