Kasus Kematian Covid-19 Jateng dan DIY masih Tinggi, Kepala BNPB Minta Masyarakat Disiplin

hen | Kamis, 29 Juli 2021 - 11:26 WIB

Kasus Kematian Covid-19 Jateng dan DIY masih Tinggi, Kepala BNPB Minta Masyarakat Disiplin FOTO : Kepala BNPB Nasional Ganip Warsito di Posko PPKM Level 4 dan penangganan Covid-19 di wilayah Klaten Jawa Tengah, Rabu (28/7).(ist)


KLATEN (Otonominews.co.id) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional Letjen Ganip Warsito menyatakan, sampai saat ini kasus kematian akibat Covid-19 di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih cukup tinggi.

Hal tersebut diungkapkan Ganip saat mengecek Posko PPKM Level 4 dan penangganan Covid-19 di wilayah Klaten Jawa Tengah, Rabu (28/7). Posko yang dikunjungi Ganip adalah tempat isolasi terpusat di GOR Gelar Sena Klaten.

“Hal itu akan menjadi perhatian dan evaluasi dalam upaya penanganan baik dari hulu sampai dengan hilir yang dilakukan secara terpadu dan terintegrasi,” kata Ganip.

Dikesempatan tersebut Ganip meminta kepada masyarakat agar bersama bergotongroyong turut melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19. Karena, menurut dia, penanganan Covid-19 yang sifatnya komplek yang akan bersinggungan dengan berbagai aspek kehidupan mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya bahkan pertahanan keamanan.

Untuk melakukan pencegahannya, kata Kepala BNPB, diperlukan gotong royong semua pihak.

“Kuncinya masyarakat harus disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, tidak ada seorangpun yang kebal terhadap Covid-19. Agar kita tidak terpapar ikuti disiplin prokes, vaksinasi, dan aturan PPKM,” ungkap Ganip Warsito.

Kepada Pemerintah. Ganip berharap agar menyiapkan tempat isolasi terpusat secara maksimal, sebagai suatu upaya untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo mengatakan bahwa upaya penanganan penyebaran Covid-19 terus dilakukan. Salah satunya, ia menjelaskan, yakni dengan memisahkan orang yang terkonfirmasi dengan orang yang sehat agar tidak terjadi saling kontak. Mereka pun ditempatkan pada lokasi isolasi terpusat

“Pemerintah daerah mengupayakan bagaiman agar masyrakat yang terkonfirmasi ini bisa dilayani dengan baik. Makanya kami buat tempat-tempat isolasi terpusat, dengan kapasitas tersedia 101 tempat tidur. Saat ini terisi 59 orang dengan kategori ringan dan OTG, ” kata Cahyono.