Pasukan Amerika Sudah Ada Di Indonesia, Latihan Bersama Dengan TNI

husnie | Jumat, 30 Juli 2021 - 06:56 WIB

Pasukan Amerika Sudah Ada Di Indonesia,  Latihan Bersama Dengan TNI FOTO : Latihan bersama Pasukan AS dengan TNI


Oleh: Kanjeng Senopati *)

SURAKARTA, (otonominews) -- Saya KS kontak konfirmasi dengan pihak pejabat terkait penerangan Mabes TNI dan Komandan tertinggi Panglima Divisi Infantri menyangkut foto-foto yang beredar masuknya tentara-tentara Amerika beserta alutsista dan alat-alat tempur pasukan Amerika.

Konfirmasi berita ke KS. "Memang kita akan latihan rutin bersama dengan pasukan tentara dari Amerika mas didaerah Baruraja.. Biasa latihan bersama Mas KS, ini sekarang baru persiapan tahapan gunakan alutsista."

"Ini di pelabuhan di sumatera Mas.. Kemarin pasukan AS alutsista kita sandarkan di Jakarta tapi karena bolak balik butuh biaya lebih besar." "Makanya alternatifkan dipelabuhan di sekitar Sumatera."

"Latma (latihan bersama) ini akan digelar Tanggal 1 Agustus hingga 14 Agustus 2021 di tiga daerah latihan tempur Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Amborawang Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dan Makalisung Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara."

"Rencana ada negara yang tergabung didalamnya seperti negara Australia, Thailand dan India."
(Demikian konfirmasi A1 via WA ke KS)

Menurut pandangan saya sebagai pengamat militer Latma (latihan bersama) ini merupakan latihan bersama TERBESAR dalam sejarah kerja sama antara TNI AD dengan tentara Amerika Serikat, ditengah-tengah politik pemerintah Indonesia yang sekarang ini lebih condong "ke kiri" yang sedang mabok dan nge blok ke cina, kok bisa? 

Iya bisa saja, karena saya memandang secara perspektif sistem pertahanan negara Indonesia yang sebenarnya masih menganut Two lines of government power  pada dua lisme kekuasaan tapi secara hident atau diam-diam.

Dimana kita diajarkan pemerintah ada dua, yaitu penguasa sipil dan penguasa militer.

Penguasa pemerintah sipil yang terdiri dari pimpinan negara (presiden), para kabinetnya dan jajaran birokrasinya. Dan penguasa pemerintahan militer yang terdiri dari pimpinan TNI, kepala divisi, Panglima Daerah militer dan jajarannya.

Kedatangan ratusan bahkan mungkin ribuan pasukan tentara Amerika ke Indonesia dengan adakan Latma (latihan bersama) ini merupakan shock therapi dan psiko-politis bagi rezim RRC dan bagi pihak presiden Indonesia dan oligarkinya. Diam-diam menentang dan menolak kedatangan masuknya tentara Amerika tapi pihak penguasa militer justeru memberikan restu dan kerja sama dengan tentara Amerika. Semua berawal dari loby politik Menteri Pertahanan sebagai pucuk komando birokrasi militer.

Latma (Latihan Bersama) antara TNI dan tentata Amerika Seal Navy USA dengan diberi nama Garuda Shield. Akan berlangsung lama dua minggu. Masalahnya yang akan dikuatirkan oleh oligarki dan Cina para pasukan AS ini setelah latihan bersama selesai apakah langsung go home ke negaranya atau tidak. Atau mungkin Latma ini sebagai skenario AS dalam memasukkan tentara dan alutsistanya bertahap ke wilayah Indonesia dalam persiapan menghadapi tentara Cina, tentu bisa saja dan wajar saja donk.

Amerika sudah mempersiapkan segalanya dengan melobi ke seluruh negara Asia Tenggara Singapura, Malaysia, Brunei, Vietnam, Filipina dan Australia dengan sekalian menggelar latihan perang bersama yang terbesar dalam sejarah latma di Indonesia. Secara strategi-politis untuk menangkal pengaruh kekuatan tentara Cina Komunis di kawasan Asia Pasifik khususnya dalam konflik Laut China Selatan.

Artinya tentu rakyat Indonesiapun jauh-jauh hari sudah harus prepare persiapan siaga menghadapi segala situasi apapun yang sewaktu-waktu mungkin bisa terjadi, yaitu meletusnya perang Asia Pasifik di wilayah Indonesia dimana Indonesia sebagai pusat war central Asia Fasifik.

*) Komunitas Kontra Intelijen Indonesia