Kematian Covid-19 di Jateng Tertinggi, Ini Penjelasan Ganjar

hen | Minggu, 01 Agustus 2021 - 09:38 WIB

Kematian Covid-19 di Jateng Tertinggi, Ini Penjelasan Ganjar FOTO : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menko Polhukam Mahfud MD , dalam Silaturrahim Virtual bersama Menteri Agama, BNPB, Gubernur Jateng dengan Alim Ulama, Pengasuh Ponpes, Pimpinan Ormas Lintas Agama, dan Forkopimda se-Jawa Tengah, Sabtu (31/7/)


SEMARANG (Otonominews.co.id) - Jawa Tengah saat ini menjadi sorotan lantaran hingga kini masih memimpin angka tertinggi penyebaran dan kematian akibat Covid-19. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dalam Silaturrahim Virtual Menko Polhukam, Menteri Agama, BNPB, Gubernur Jateng dengan Alim Ulama, Pengasuh Ponpes, Pimpinan Ormas Lintas Agama, dan Forkopimda se-Jawa Tengah, Sabtu (31/7/) mengungkapkan penyebab banyaknya kematian akibat Covid-19 di Jateng. Meskipun menurut dia, dalam beberapa hari terakhir ini trennya menurun. 

"Kabar terakhir dari Jateng, hasil pemeriksaan hampir semua yang dites variannya adalah delta. Artinya semua punya potensi terpapar. Mulai kita temui juga tanpa gejala. Di statistik yang meninggal siapa, kok Jateng banyak sekali? yang pertama sudah sepuh, kedua yang punya komorbid, yang ketiga yang belum divaksin, keempat yang terlambat melapor," ungkap Ganjar. 

Meskipun begitu, Ganjar menegaskan Covid-19 belum selesai dan masih membahayakan. Oleh karena itu, ia pun mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenko Polhukam, Minggu (01/8), Ganjar pun menjelaskan, terkait pandemi covid 19 di Jawa Tengah, setidaknya masyarakat dapat dikategorikan dalam tiga kelompok.

"Kita mendeteksi ada tiga kelompok, pertama yang sangat percaya Covid, saking percayanya sampai paranoid semua jamu diminum, sampai mules-mules semua diminum. Yang kedua yang paling bagus adalah yang rasional, mereka mengerti 5M, 5M sekarang diringkas jadi 1M: manut. Manut saja. Ketiga ini kelompok yang tidak percaya, mengatakan ini konspirasi bahkan disampaikan pada publik," papar Ganjar.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun meminta masyarakat Jawa Tengah untuk saling bekerja sama meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

"Kita perlu dukungan dan perantara alim ulama, pengasuh pondok pesantren, pimpinan agama untuk mendukung peningkatan implementasi kesehatan dan percepatan vaksinasi pada masyarakat," ujar Mahfud MD.

Menurut Mahfud, memperkuat kolaborasi bekerja secara kolektif berdasarkan kesadaran bersama adalah langkah yang cukup efektif.

"Tidak bisa juga Ormas-Ormas keagamaan dan berbagai kekuatan masyarakat dibiarkan bekerja sendiri, mari kolaborasinya diperkuat," tambah Mahfud.

Terkait ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menurut Mahfud, karena masyarakat tidak tahu dan karena terpengaruh hoax. Oleh sebab itu, perlu pendekatan pendekatan budaya dan personal.

"Poinnya kita akan bekerja sama, saya akan mem-follow up semua masukan, terkait dengan hoax media sosial. Mari kita bekerja sama," pungkas Mahfud.

Dikeahui, kasus Covid-19 di Indonesia per kemarin, Sabtu (31/07/2021), masih tinggi, yakni bertambah sebanyak 37.284 kasus, berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Sementara Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, bila tidak diperpanjang akan berakhir besok, Senin 2 Agustus 2021, 

Secara total, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 3.409.658 kasus sejak awal pandemi Maret 2020 silam.
Kasus tertinggi berasal dari Jawa Tengah yang mencatatkan kasus baru sebanyak 4.896 kasus. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Jawa Tengah mencapai 381.887 kasus sejak awal pandemi.

Kasus kematian di Jateng juga masih tinggi, yakni bertambah 316 orang, sehingga total jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai 19.343 orang.

Seiring dengan itu, angka kesembuhan di Jawa Tengah sebanyak 4.592 orang, sehingga total penyintas Covid-19 mencapai 305.397 orang.