Anies: Tidak Ada Pilihan, Mereka Harus Isolasi Mandiri

husnie | Minggu, 01 Agustus 2021 - 11:37 WIB

Anies: Tidak Ada Pilihan, Mereka Harus Isolasi Mandiri FOTO : Gubernur Anies Baswedan melihat Dua Harimau Hari & Tino


JAKARTA, (otonominews) – Dua ekor harimau Sumatera, Hari dan Tino, penghuni Taman Margasatwa Ragunan dinyatakan terpapar virus corona. Kedua harimau itu diberi nama Hari dan Tino.

Lewat unggahan di Instagram @ aniesbaswedan, miliknya pada Minggu (1/8/2021) pagi, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melampirkan sembilan foto yang memperlihatkan saat ia mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan.

Dalam unggahannya juga disertai hasil uji real time RT-PCR terhadap virus Covid-19 dari harimau Tino dan Hari. Di mana hasil dari kedua harimau itu dinyatakan positif.

“Hari dan Tino terpapar COVID. Tidak ada pilihan. Mereka harus isolasi. Diputuskan untuk isolasi mandiri di tempat tinggalnya. Pasokan makanan dan obat dicukupi selama isolasi dan proses penyembuhan,” tulis Anies.

Anies menyempatkan mampir ke Ragunan untuk menengok pasien Covid-19 yang cukup unik ini setelah dirinya berkeliling ke enam lokasi vaksinasi di Jakarta. Di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) mereka tinggal. Ya, Hari dan Tino adalah Harimau Sumatera. Mereka didiagnosis positif COVID-19 15 Juli lalu.

“Kemarin, sesudah berkeliling ke enam lokasi vaksinasi di Jakarta, menyempatkan diri mampir ke Ragunan untuk menengok pasien COVID yang cukup unik ini. Sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti COVID, yaitu flu, lemas dan sesak napas,” tuturnya.

TMR langsung bertindak cepat, memanggil petugas swab paling berani sedunia untuk mengambil sampel swab Hari dan Tino dan mengirimkannya ke Laboratorium Bioteknologi milik Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor. Ternyata hasil tes PCR menunjukkan Hari dan Tino positif COVID-19.

Anies mengatakan, kasus satwa terkena COVID-19, terutama harimau dan singa, tidaklah unik. Telah banyak kasus serupa di berbagai negara lain. Tentu perawatan satwa terkena COVID-19 ini tidak sama dengan manusia.

Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isoman dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan.

“Alhamdulillah, Hari dan Tino kini berangsur pulih dan sudah tampak aktif. Walaupun demikian, karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM Level 4 maka TMR belum bisa dibuka untuk publik. Jadi Hari dan Tino tidak harus buru-buru kembali WFO dan punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya,” sebutnya.

“Kita berdoa semoga Allah SWT segera mengangkat cobaan pandemi ini agar kita semua, termasuk Hari dan Tino, bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala, dan mereka kembali bisa menyapa para pengunjung Taman Margasatwa Ragunan,” pungkasnya.