Berakhir Hari Ini, Pemerintah Akan Umumkan Kelanjutan PPKM Level 3 dan 4 di Jawa-Bali

husnie | Senin, 02 Agustus 2021 - 07:03 WIB

Berakhir Hari Ini, Pemerintah Akan Umumkan Kelanjutan PPKM Level 3 dan 4 di Jawa-Bali FOTO : PPKM Level 3 dan 4 di Kawasan Joglo, Jakbar


JAKARTA, (otonominews) – Penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di Jawa-Bali yang berakhir pada hari ini, Senin, 2 Agustus 2021. Pemerintah akan mengumumkan kelanjutan PPKM Level 3 dan 4 di Jawa-Bali diberlakukan pada 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal, keputusan PPKM akan diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Keputusan terkait PPKM akan diumumkan secara langsung oleh Bapak Presiden RI sebelum PPKM tanggal 2 Agustus 2021 berakhir," ujar Safrizal dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu, (1/8/2021) malam.

Syafrizal menerangkan keputusan perpanjangan PPKM atau kebijakan lainnya akan mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Prinsipnya, kata Syafrizal, keselamatan rakyat menjadi yang paling utama.

"Pemerintah tentunya mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dimana tetap menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi," katanya.

Dia mengatakan, kebijakan yang diambil pemerintah tentunya mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, di mana tetap menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

Kemendagri beserta seluruh tingkatan pemerintahan, mulai tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai dengan kelurahan dan desa, siap melaksanakan keputusan Presiden terkait PPKM yang akan diumumkan hari ini.

Sebelum itu, Pemerintah terus mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam setiap kegiatan untuk mencegah penyebaran virus Corona dan pemulihan ekonomi nasional. Pelaksanaan PPKM di daerah saat ini merujuk tiga aturan instruksi mendagri (Inmendagri).

"Imbauan disampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan produktivitas, dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya

Pertama, terangnya, Inmendagri Nomor 24 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 dan Level 3 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali. Kedua, Inmendagri Nomor 25 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Ketiga, Inmendagri Nomor 26 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Dalam tiga Inmendagri tersebut telah ditetapkan daerah-daerah yang melaksanakan PPKM level 1,2, 3. dan 4, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa dan Bali.

Penetapan kriteria situasi pandemi di wilayah berdasarkan indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh menteri kesehatan. 

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari tanggal 26 Juli hingga tanggal 2 Agustus 2021.

Kebijakan tersebut diambil setelah Presiden dan jajarannya mempertimbangkan sejumlah hal, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, hingga dinamika sosial.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan pemerintah kini tak menggunakan istilah PPKM Darurat. Sejak perpanjangan PPKM periode 21-25 Juli 2021, penyebutan PPKM berdasarkan level 1 hinga 4.

Luhut yang juga Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu menegaskan. perubahan ini sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

"PPKM Level 4 ini berlaku sampai 25 Juli 2021, aturan ini sudah dituangkan di Inmendagri Nomor 22 tahun 2021 dan relaksasi terjadi apabila terjadi penurunan kasus sesuai dengan parameter WHO, pada level 1-4, seperti kapasitas rumah sakit dan bed occupancy rate," terangnya.