Informasi Penerima Vaksinasi bakal Mati dalam 2 Tahun, Satgas Covid-19 Tegaskan: Hoaks 

hen | Selasa, 03 Agustus 2021 - 22:07 WIB

Informasi Penerima Vaksinasi bakal Mati dalam 2 Tahun, Satgas Covid-19 Tegaskan: Hoaks  FOTO : Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.(ist)


JAKARTA (Otonominews.co,id) – Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat dapat selektif dan bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi.

Pernyataan ini menyusul setelah muncul informasi hoaks terkait vaksin covid-19 yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa pemenang hadiah nobel sekaligus virolog Luc Montagnier menyatakan, bahwa orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun.

Dalam konferensi persnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melakukan klarifikasi, bahwa pernyataan tersebut tidak benar, alias hoaks. 

“Terkait pernyataan Luc Montagnier yang menyatakan semua orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun adalah tidak benar. Kutipan itu secara keliru dikaitkan Montagnier dalam meme berita palsu yang telah beredar secara luas,” katanya, Selasa (3/8).

Selain itu, Wiku juga mengatakan bahwa informasi yang menyebutkan vaksinasi bisa memunculkan varian baru covid-19 adalah hoaks.

“Selain itu pernyataan itu bahwa vaksinasi dapat menyebabkan varian baru virus corona juga tidak benar,” ujarnya.

WHO (World Health International), menurut Wiku, telah menjelaskan bahwa vaksinasi tidak dapat menyebabkan virus corona bermutasi menjadi varian baru. Mutasi terjadi ketika virus memperbanyak diri pada inang hidup.

“Pada vaksin, virus yang dipakai adalah virus yang sudah dimatikan. Virus yang tidak utuh, dan virus yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mampu memperbanyak diri dalam tubuh,” ungkapnya.

Wiku meminta masyarakat untuk dapat selektif dan bijak dalam memilih dan menyebarkan informasi.

“Dan penting untuk diketahui hoaks dapat mengurangi kepercayaan masy terhadap upaya penanganan pandemi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama,” tuturnya.

Sekedar diketahui, heboh sebuah unggahan di media sosial, pemenang hadiah nobel sekaligus virolog, Luc Montagnier, menyatakan orang yang divaksinasi akan mati dalam 2 tahun. Hal itu telah menimbulkan keresahan masyarakat di dunia.

Dalam unggahan itu, Luc Motaignier menyebut vaksinasi massal dalam melawan Covid-19 menjadi kesalahan dalam sejarah yang malahan menciptakan varian baru dan kematian akibat penyakit tersebut.

"Itu adalah kesalahan yang sangat besar bukan, kesalahan ilmiah dan kesalahan medis. Ini adalah kesalahan yang tidak dapat diterima," kata Montagnier dikutip dari Life Site News, Rabu (26/05/2021).

Dia mengatakan banyak ahli epidomologi mengetahui hal ini namun hanya diam, terutama terkait masalah peningkatan ketergantungan antibodi. Bahkan menurutnya vaksinasi membuat adanya varian baru bermunculan.