Bupati Chusnunia Mandikan Bayi Gajah dengan Air Kembang

aris | Minggu, 04 Juni 2017 - 17:25 WIB

Bupati Chusnunia  Mandikan Bayi Gajah dengan Air Kembang FOTO : Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim bersama anak gajah yang diberi nama Nunik.


WAY KAMBAS (otonominews.net)  -  Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim yang akrab disapa Nunik, memberi nama "Nunik"  kepada bayi gajah yang baru-baru ini lahir di Taman Nasioanal Way Kambas.

Acara pemberian nama itu berlangsung pada hari Minggu (3/06/2017)  yang bertepatan dengan hati ke-9 bulan suci Ramadhan 1438 H. 

Hadir  dalam acara tersebut, Budi Harto, Kadis Pariwasa Provinsi Lampung beserta rombongan,  Asisten daerah (asda) 1, asda 2, asda 3,  para SKPD,  Forkopimda dan Forkopincam Kabupaten Lampung Timur, serta komunitas Repost, Gading Art, Pepesfemz dari Pugung Raharjo, Komunitas Peduli Lampung, Hiphop, Saka Wana Bakti, IKAM Lam-Tim, dan tamu undangan lain. 

Bupati Chusnunia Chalim sedang memandikan anak gajah "Nunik"  dengan air kembang. 

Menurut Kabag Humas Pemkab Lampung Arli Rasyid, gajah yang lahir pada 30 mei 2017  itu  beratnya 66 kg. Sebelumnya,  telah  dilakukan sayembara pemberian nama bayi gajah tersebut, dan yang menang nama "Nunik"  yang kebetulan adalah juga nama sapaan Bupati Lamtim

"Ada beberapa nama alternatif yang kemarin disiapkan, ada Kamelia, ada nama yang mirip nama Bupati kita, terus terpilihlah nama itu," ujar Kabag Humas tersebut.

Chusnunia Chalim  mengaku memberikan nama kepada bayi gajah TNWK itu, mengingat dari lima ekor bayi gajah yang lahir sepanjang tahun 2016 dan pertengahan tahun 2017 di TNWK, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum pernah memberikan nama kepada bayi gajah TNWK.

"Saya usul kepada pak Subakir (Kepala Balai TNWK) agar diberikan izin memberikan nama bayi gajah ini, dan diizinkan oleh pak Subakir," ujar Chusnunia.

Bupati Chusnunia sedang mengusap anak gajah yang baru baru ini lahir di Taman Nasional Way Kambas. 

"Kelahiran enam ekor anak gajah dalam kurun waktu dua tahun ini patut disyukuri, ini pertanda baik dalam dua tahun ini banyak gajah yang lahir dan ini wajib disyukuri," tambahnya. 

Dalam acara tersebut  Bupati Lampung Timur juga menyampaikanbahwa begitu dirinya memimpin Lampung Timur salah satu bentuk perhatiannya  di TNWK, karena ini menyangkut hutan.

"Memikirkan hutan sama saja memikirkan alam, memikirkan hutan sama dengan memikirkan kelangsungan hidup kita, hidup manusia, jadi ini bentuk konkrit bentuk nyata bahwa kita peduli, " ungkal Nunik. 

"Coba tebak kira kira siapa?"  tanya Bupati Lamtim. "Awalannya N,"  sambut seluruh rombongan.

"Oh ya awalannya N, oh ya udah dibocorin ya.  Jadi setelah disayembara,  nama saya yang dipilih, jadi kita beri namanya Nunik,  " ungkap Bupati sambil tersenyum  

"Jadi kalau inget saya, inget Gajah Nunik, ketemu Gajah Nunik, berarti inget saya semoga begitu,  " tambahnya.

Tak lupa Bupati Lampung Timur itu mendoakan sang Gajah.  "Semoga Gajah ini betul- betul tumbuh sehat menjadi apa namanya, simbol lestarinya alam Indonesia, dan melestarikan Taman Nasional.  Amin." 

Kepala Balai TNWK Subakir mengatakan, tiga ekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir di hutan TNWK di Lampung Timur hingga memasuki pertengahan tahun 2017 pada rentang bulan Maret hinggai Mei.

Kelahiran tiga ekor anak gajah itu pertama pada Senin (20/3) lalu, satu bayi gajah betina lahir di Elephant Response Unit (ERU) Tegalyoso TNWK. Bayi gajah betina itu dilahirkan induknya Riska, dengan berat badan 85 kilogram.

Kemudian pada Senin (27/3), satu bayi gajah sumatera kembali dilahirkan di ERU Tegalyoso. Bayi satwa berbelalai yang merupakan satwa langka dan dilindungi di dunia ini dilahirkan berjenis kelamin jantan dari induknya Dona. Bayi gajah jantan ini memiliki berat badan 89 kilogram.

Kemudian pada Rabu (31/5), Pusat Konservasi Gajah (PKG) TNWK kembali kedatangan bayi gajah.

Bayi gajah ini berjenis kelamin betina yang dilahirkan dari induknya Pleno dan memiliki berat badan 66,3 kilogram.

Mantan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung ini menyatakan dengan diberikan nama bayi gajah betina oleh Bupati Lampung Timur ini, berarti masih terdapat dua ekor anak gajah yang belum diberi nama.

"Dengan diberikan nama kepada satu ekor bayi gajah oleh Bupati Lampung Timur ini, berarti masih ada dua ekor anak gajah yang belum diberikan nama tapi sudah kami usulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tinggal menunggu saja namanya," kata dia lagi.

Pemberian nama bayi gajah TNWK oleh Bupati Lampung Timur dilangsungkan dengan prosesi iringan salawat dan mandi kembang anak gajah betina itu, dan ditutup dengan doa demi keselamatan bayi gajah ini.