Anies Baswedan: Soal Covid-19 di Ibu Kota Paling Terkendali, Kematian Sudah Turun

husnie | Rabu, 25 Agustus 2021 - 18:03 WIB

Anies Baswedan: Soal Covid-19 di Ibu Kota Paling Terkendali, Kematian Sudah Turun FOTO : Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan (int)


JAKARTA, (otonominews) -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan, kondisi pandemi Covid-19 di ibu kota telah lebih terkendali. Dia menyebut kasus kematian di Jakarta juga sudah turun signifikan. Laporan kematian di Jakarta yang sebelumnya sempat menyentuh angka 400 per hari, turun hingga 18 kematian pada Selasa kemarin (24/8).

"Sekarang suasana sudah lebih tenang, bahkan saya boleh sampaikan kemarin laporan kematian di DKI Jakarta yang biasanya pernah sampai 400, hari kemarin 18 orang. 18 orang itu artinya seperti normalnya sebuah kota, dalam sebuah kota satu hari tentu ada kematian, 18 itu angka yang biasanya kita alami sehari-hari," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam PWNU DKI Jakarta yang disiarkan langsung, Rabu (25/08).

Dikatakan Anies, kita semua bersyukur kondisi Covid lebih terkendali,  DKI Jakarta pada bulan Juli lalu menjadi pusat Covid-19. "Saat ini juga Jakarta pusat (Covid-19), tapi pusat paling terkendali,” imbuhnya.

Anies mengingatkan, kasus aktif di DKI Jakarta pernah mencapi 113.000 orang. Namun, kondisi sudah melandai dengan kasus aktif 8.000 orang.

“Karena di sini kasus aktif sudah turun tinggal 8.000 sebelumnya pernah 113.000 orang, Insya Allah nantinya semua kegiatan bisa berjalan seperti semula," kata Eks Mendikbud itu.

Dikatakan Anies, saat ini, Pemprov DKI memprioritaskan dua sektor, yakni kesehatan serta pendidikan. Anies mengatakan perlu ada perbaikan segera agar pendidikan bisa kembali dimulai dalam kondisi normal.

“Kita berharap ikhtiar pendidikan, kesehatan, hari ini prioritas yang amat besar. Pendidikan kenapa karena selama 1 tahun setengah beroperasi dengan cara yang berbeda,” ujarnya.

Anies menambahkan, Pemprov DKI tidak hanya fokus terhadap kualitas kesehatan, namun juga fokus terhadap kuantitas kesehatan.

“Kalau jumlah tempatnya tidak cukup seperti kemarin orang yang mendapat pelayanan tidak mendapat pelayanan karena tempatnya habis, dulu kita fokusnya kepada kualitas, sekarang kita fokus pada kualitas dan kuantitas,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anies mengapresiasi PWNU yang menggelar pelantikan mengikuti perkembangan pandemi di Jakarta. Dia menyebut virus corona bisa menular tanpa mengenal disposisi.

"Wabah ini tidak menular dengan disposisi, wabah ini tidak menular menggunakan jalur pemerintahan, wabah ini menular dari orang ke orang, tanpa disposisi bisa menular, jadi bila ikhtiar itu hanya dilakukan oleh unsur pemerintah saja kami tak mungkin menjangkau semua," tutur Anies.

Anies mengatakan, untuk saat ini, Pemprov DKI memprioritaskan dua sektor, yakni kesehatan serta pendidikan. Anies mengatakan perlu ada perbaikan segera agar pendidikan bisa kembali dimulai dalam kondisi normal.

"Selama 1,5 tahun, madrasah kita, sekolah kita beroperasi dengan cara yang berbeda, ini perlu segera dilakukan recovery supaya lebih cepat mengejar ketertinggalan. Selama 1,5 tahun kita mengalami suasana yang berbeda. Kedua kesehatan, bila dulu memikirkan kualitas kesehatan, pandemi ini mengingatkan dengan kuantitas kesehatan," kata Anies.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa seluruh masyarakat harus saling besinergi untuk menghadapi virus Covid-19, karena virus Covid-19 tidak menular dengan disposisi.

"Wabah ini tidak menular dengan disposisi, wabah ini tidak menular menggunakan jalur pemerintahan, wabah ini menular dari orang ke orang, tanpa disposisi bisa menular, jadi bila ikhtiar itu hanya dilakukan oleh unsur pemerintah saja kami tak mungkin menjangkau semua," tutupnya.