Sekolah di 20 Kota/Kabupaten Jatim Mulai PTM, Gubernur Khofifah Tinjau SMKN 7 Surabaya

hen | Senin, 30 Agustus 2021 - 13:03 WIB

Sekolah di 20 Kota/Kabupaten Jatim Mulai PTM, Gubernur Khofifah Tinjau SMKN 7 Surabaya FOTO : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses belajar mengajar PTM Terbatas hari pertama di SMK Negeri 7 Surabaya, Senin (30/8).(ist)


SURABAYA (Otonominews.co.id) – Hari ini, Senin (30/8) sejumlah wilayah mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas. Langkah ini diambil lantaran saat ini penyebaran covid-19 dianggap sudah mulai landau.

Pelaksanaan PTM Terbatas Bertahap ini sendiri merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 yang meminta sekolah di PPKM level 1, 2 dan 3 untuk mulai PTM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Di Jawa Timur, PTM terbatas dilaksanakan bertahap untuk jenjang SMA/SMK dan SLB pada 20 kabupaten/kota di Jatim, dan level 2 dan 3 telah dimulai hari ini, Senin (30/8).

Salah satu sekolah yang mulai melakukan PTM terbatas bertahap yaitu SMK Negeri 7 Surabaya. Pasalnya, sekolah yang terletak di Jalan Pawiyatan Nomor 7 Surabaya tersebut berada dalam zona wilayah PPKM level 3. Namun pada PTM Terbatas Bertahap ini hanya dibatasi 50 persen per kelas dari kapasitas biasanya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau proses belajar mengajar PTM Terbatas hari pertama di SMK Negeri 7 Surabaya, Senin (30/8).

Sampai  di SMKN 7 Surabaya, Khofifah disambut Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi dan Kepala SMKN 7 Surabaya Bambang Poerwowidiantoro. Turut hadir, pada peninjauan tersebut Plt. Kadinkes Jatim dan Kalaksa BPBD Jatim.

Sebelum memasuki wilayah sekolah, Gubernur Khofifah dilakukan pengecekan suhu tubuh dan diberikan hand sanitizer oleh Tim Satgas Covid-19 SMKN 7 Surabaya, yang sebagian adalah murid-murid di sekolah tersebut.

Gubernur Khofifah diikuti rombongan kemudian melihat secara langsung proses interaksi belajar mengajar yang dilakukan secara hybrid learning. Artinya pembelajaran tak hanya diikuti murid yang hadir tatap muka, tetapi juga melalui daring.

Mantan Menteri Sosial tersebut sempat masuk ke salah satu ruang kelas dan berinteraksi dengan siswa. Kelas yang ditinjau yaitu jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) untuk kelas XII baik kelas teori maupun praktik.
 
“Anak-anakku bagaimana kabarnya hari ini? Belajar materi praktek apa hari ini ? Yang semangat ya nak. Senang ya mulai belajar tatap muka meskipun masih terbatas dan bertahap. Semoga apa yang kalian cita-citakan dapat terwujud,” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan dari Gubernur Khofifah, para siswa serempak menjawab senang bisa mulai belajar di dalam kelas. Ada yang senang karena bisa mendapatkan ilmu dengan kegiatan praktek, ada yang senang karena bisa berdiskusi dengan guru dan teman-temannya.

Tak hanya berbincang, Khofifah juga meminta salah satu siswi, Mila Murdianti, yang satu-satunya murid perempuan dalam kelas tersebut, untuk menunjukkan karyanya membuat sistem pendingin.

“Ini bisa untuk AC dan kulkas ya nak? Harapanmu bagaimana nak untuk ke depan?” kata Gubernur Khofifah di depan Mila.

Menjawab pertanyaan orang nomor satu di Jatim itu, Mila menjelaskan bahwa ia menginginkan untuk lebih banyak praktik agar memiliki keterampilan sesuai jurusan yang digelutinya.

Tampak dalam kegiatan belajar mengajar di SMKN 7 Surabaya, para siswa antusias dalam mengikuti instruksi yang diajarkan para guru. Mereka semua tertib menggunakan masker, kemudian duduknya diatur dengan jarak sekitar 1,5 meter antar siswa.