Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Ingatkan tetap Prokes Ketat Sampai Aman

hen | Selasa, 31 Agustus 2021 - 07:12 WIB

Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Ingatkan tetap Prokes Ketat Sampai Aman FOTO : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau pelaksanaan PTM hari pertama di sekolah, Senin (30/8)(ist)


SEMARANG (Otonominews.co.id) - Pergerakan penyebaran virus Covid-19 di Jawa Tengah mulai landai. Dua wilayah aglomerasi levelnya mulai membaik, yakni Semarang Raya menjadi level 2, dan Solo Raya menjadi level 3.

Seiring dengan perkembangan tersebut, Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan PPKM Level di Jawa-Bali, termasuk beberapa daerah yang levelnya membaik, Senin (30/8/2021) malam. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan perpanjangan PPKM level di Jawa-Bali yang didukung penurunan level di beberapa wilayah aglomerasi, termasuk di Jawa Tengah, itu akan menumbuhkan optimisme. 

Meskipun begitu, Ganjar terus mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. 

"Kita senang karena beberapa level menurun di beberapa kabupaten/kota. Ini akan menumbuhkan optimisme pada yang lain. Tapi sekali lagi prokesnya harus tetap ketat karena kita harus lari sampai finish dengan aman," kata Ganjar, Senin (30/8) malam. 

Penurunan level, ditekankan oleh Gubernur agar jangan sampai membuat masyarakat terlena. Untuk itu pemantauan harus tetap dilakukan. Tidak hanya dari pemerintah saja tetapi juga dari semua elemen masyarakat. 

"Jangan sampai menjelang finish ini ada gangguan-gangguan karena ketidakdisiplinan kita. Ini yang mesti kita siapkan. Makanya ini yang hari ini kita pantau, misalnya bagaimana pelaksanaan PTM di sekolah, itu kan sudah bagus," katanya. 

Tak hanya PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di sekolah, menurut Ganjar, optimisme yang mucul dari penurunan status itu, diantaranya dari pelaku pariwisata yang berharap agar diperbolehkan untuk membuka destinasi wisata. 

Ganjar mengimbau agar dilakukan uji coba terlebih dahulu. 

"Tadi juga sudah mulai banyak yang bertanya statusnya turun, pariwisata boleh tidak? Silakan diuji coba dulu untuk dibuka. Kita cenderung untuk lebih menyiapkan saja agar adaptasi kebiasaan barunya nanti bisa berjalan," ujarnya. 

Perkembangan lainnya dari perpanjangan PPKM level tersebut, Ganjar menjelaskan, juga terdapat poin pemberlakuan jam buka mal yang diperpanjang sampai pukul 21.00 WIB. Juga tentang kapasitas dine in atau makan di tempat menjadi 50 persen. 

Ganjar tidak mempermasalahkan hal ini, menurut dia, yang penting terus dikontrol.

"Tidak apa-apa. Sekarang ditambah-tambah dikit juga sudah boleh menurut saya. Terpenting adalah kontrolnya. Kontrol itu baik dari pengelola, masyarakat, maupun pemerintah," katanya. 

Dia mengatakan agar dapat mempermudah kontrol tersebut ada baiknya jika banyak dilakukan sidak. Bahkan jika perlu pemasangan CCTV di tempat-tempat keramaian. 

"Baik juga kalau kemudian dilakukan sidak-sidak untuk cek atau pemasangan CCTV di tempat keramaian karena ini bisa dilakukan kontrol dengan cepat agar melakukan perbaikan seandainya terjadi situasi tidak disiplin," pungkasnya.