Gus Jazil Minta Anies dan Risma Perhatikan Korban Kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong

husnie | Sabtu, 04 September 2021 - 06:23 WIB

Gus Jazil Minta Anies dan Risma Perhatikan Korban Kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong FOTO : Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid


JAKARTA, (otonominews) -- Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid bersama dengan PWNU DKI Jakarta membagikan bantuan untuk ratusan orang korban kebakaran di RT 14, RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai masing-masing senilai Rp1 juta dan sejumlah bahan kebutuhan pokok. 

Politisi yang akrab disapa Gus Jazil tersebut mengatakan, ratusan korban kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, sejak terbakar pada Minggu (29/8/2021), hingga kini puing-puing kebakaran belum juga dibersihkan, sementara para korban kebakaran masih tinggal di tempat pengungsian di SDN 09 Kebon Kosong. 

Ada sebanyak 60 pintu rumah yang terbakar, terdiri dari 55 kepala keluarga dan 250 jiwa. Sementara mereka yang masih berstatus anak sekolah ada 25 pelajar SD, 9 SMP, 12 SMA, 17 balita, dan 10 lansia. 

”Jarak Kebon Kosong ini cuma sekitar 3 kiloan dari Kantor Gubernur DKI, ini sudah satu minggu ini belum ada penanganan yang cukup serius. Pemerintahan di sini yang jaraknya dekat sekali, ada Kementerian Sosial (Kemensos), ada Pak Gubernur, saya berharap jangan berlama-lama. Segera turun dan dipastikan masa depan bapak ibu yang ada di sini, rumahnya dimana nanti, anak-anak mereka butuh pendidikan,” ujar Gus Jazil yang juga Wakil Ketua PWNU DKI saat menyerahkan bantuan dari PWNU DKI, Jumat (3/9/2021). 

Gus Jazil mengatakan, para korban kebakaran ini adalah warga negara Indonesia yang harus ikut merasakan nikmatnya kemerdekaan. 

”Ini lokasinya dekat sekali dengan gedung apartemen yang sangat tinggi sementara mereka belum terperhatikan. Bagaimana kesehatannya? Kehadiran PWNU ini sebenarnya ingin mengetuk hati kita semua, khususnya di DKI Jakarta, daerah khusus Ibukota yang warganya ternyata masih belum menikmati pembangunan dari DKI Jakarta,” kata Gus Jazil. 

Para korban kebakaran ini ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19, tempat tinggal mereka ludes terbakar. 

”Saya mengetuk hati para pemimpin bangsa, tolong turunlah ke sini. Ada saudara-saudara kita, warga kita, saya lihat memang luar biasa kesulitannya,” tutur Gus Jazil.

Gus Jazil menyatakan, Nahdlatul Ulama akan selalu berdiri di samping warga yang mengalami kesulitan dimanapun berada.

”Nahdlatul Ulama akan selalu bersama-sama orang yang sedang kesulitan,” tegas Gus Jazil. 

Menurut Gus Jazil, para korban kebakaran ini tidak sekedar memerlukan bantuan kebutuhan sehari-hari saja, namun bagaimana masa depan mereka, termasuk tempat tinggal yang juga harus ditata dan dikoordinasikan oleh Negara. Begitu pula soal kesehatan dan pendidikan anak-anak mereka. 

”Datanglah ke sini Bu Menteri Sosial, coba dilihat di sini Bu Menteri Lingkungan Hidup. Coba lihat lingkungan yang ada di Kebon Kosong ini. Menteri Pertanahan, kalau status tanahnya tidak jelas, coba dilihat tanahnya seperti apa. Kita semua warga negara yang tunduk dan taat kepada negara,” ujar Gus Jazil. 

Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin mengatakan, kehadiran Gus Jazil sebagai Wakil Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua PWNU DKI sangat berarti sebagai bentuk dukungan moral bagi para korban kebakaran. 

”Kehadiran beliau itu menunjukkan bapak-bapak, ibu-ibu yang mendapatkan musibah ini tidak merasa sendiri. Mungkin kehadiran beliau bisa menyampaikan kepada pemangku pemangku kebijakan yang ada di DKI ini untuk bisa memperhatikan Bapak Ibu semuanya,” tutur Gus Syaifuddin. 

Gus Syaifuddin juga mengajak semua kalangan untuk bersama-sama bisa ikut meringankan beban para korban kebakaran. 

Yulianto, koordinator penanggungjawab posko pengungsi kebakaran mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PWNU DKI Jakarta. 

”Saya atas nama koordinator penanggung jawab posko pengungsi kebakaran dan seluruh jajaran mengucapkan beribu-ribu terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi para kiai, para ajengan dan para pengurus NU yang sudah menengok kita di pengungsian,” tandas Yulianto.