Gus Jazil: Bangsa Indonesia Butuh Sosok Teladan yang Pancarkan Nilai-Nilai Pancasila

husnie | Senin, 20 September 2021 - 20:43 WIB

Gus Jazil: Bangsa Indonesia Butuh Sosok Teladan yang Pancarkan Nilai-Nilai Pancasila FOTO : Jazilul Fawaid


JAKARTA, (otonominews) -- Memperkokoh Pancasila di Tengah Kehidupan Bermasyarakat merupakan tema yang menarik. Demikian diungkapkan Jazilul Fawaid (Gus Jazil) diawal diskusi ‘Empat Pilar MPR’ yang digelar di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/9/2021). 

Selain Gus Jazil, hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yang dihadiri oleh para wartawan itu, anggota MPR dari Kelompok DPD Agustin Teras Narang dan Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo (Romo Benny).
 
Gus Jazil menyatakan, tema tentang Pancasila selalu hangat, sebab Pancasila adalah etika dan landasan segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

“Pancasila merupakan azimat yang ditemukan oleh para pendiri bangsa. Sila-sila yang ada dalam Pancasila merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Semua konsep Pancasila bisa masuk dalam sendi-sendi kehidupan," tutur Wakil Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Menurut Gus Jazil, keberadaan Pancasila tidak perlu dipertentangkan dengan agama.
 
"Cita-cita Pancasila sangat ideal namun dirinya mengakui antara idealnya Pancasila dengan realita yang ada di masyarakat sering tidak nyambung. Sering tidak nyambungnya antara cita-cita Pancasila dan realita yang ada," ungkap Gus Jazil.
 
Menurut alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, Pancasila bisa hidup di tengah masyarakat atau diamalkan maka nilai-nilai yang ada harus dipahami. 

"Kiat untuk memahamkan dasar negara itu dikatakan ditempuh lewat pendidikan dan ketauladanan. Untuk mensosialisasikan Pancasila, tidak cukup bila hanya dilakukan oleh MPR dan BPIP. MPR dan BPIP mempunyai tugas untuk menguatkan Pancasila hidup di tengah masyarakat," jelas Gus Jazil.
 
"Pancasila bisa menjadi gaya hidup dalam keseharian maka harus ada sosok yang bisa menunjukan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Nah anak-anak milenial jaman sekarang butuh sosok seperti itu," sambung Gus Jazil.

Gus Jazil mengungkapkan, prinsip perekonominan nasional adalah usaha yang disusun berdasarkan azas kekeluargaan.

“Nah apakah prinsip perekonomian yang berjalan sudah seperti yang demikian, sudah seperti nilai-nilai Pancasila?,” tanya Gus Jazil. 

Gus Jazil menegaskan, bila prinsip-prinsip perekonomian sudah disusun secara kekeluargaan maka hal demikian sudah selaras dengan nilai-nilai Pancasila. 

“Bila tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, di sinilah salah satu dari contoh tidak nyambungnya antara cita-cita dan realita. Contoh lagi, banyak permusyarawatan yang prakteknya berbeda saat di lapangan," papar Gus Jazil.
 
Untuk itu Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengingatkan perlu adanya ‘role model’ yang bisa dijadikan acuan untuk menjadi contoh ketauladanan. 

“Ketauladanan yang kita inginkan sampai saat ini belum berhasil kita temukan. Untuk itulah saya ingin agar Pancasila menjadi ruh dalam segala sendi kehidupan bagi semua sehingga Pancasila bisa membumi. Bila implementasi Pancasila belum terjadi maka masyarakat, anak-anak muda, akan semakin menjauh," tutur Gus Jazil.
 
Sementara itu, Teras Narang yang hadir dalam diskusi lewat ‘daring’ mengatakan semua warga negara harus memahami pentingnya Pancasila. 

“Ini pekerjaan yang tak boleh berhenti. Untuk memberi sosialisasi atau memahamkan nilai-nilai ini harus menyesuaikan dengan era yang ada. Unsur kebersamaan dikatakan harus selalu didengungkan," ungkap mantan Gubernur Kalimantan Tengah ini.
 
Romo Benny pun menyebut, seseorang itu mengamalkan nilai-nilai Pancasila bisa dilihat apakah dia dalam kehidupan mempunyai rasa ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. 

"Bila nilai-nilai itu ada maka seseorang itu mampu membuat tatanan hidup sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nilai-nilai yang demikian menurutnya ada pada sosok Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hatta disebut merupakan sosok yang bisa dijadikan tauladan. Elit politik memang harus memberikan contoh ketauladanan," pungkas Romo Benny.