Kunjungan Kerja ke Jerman, Menteri Investasi Dorong SEW EuroDrive Dirikan Pabrik Di Indonesia

Wie | Senin, 11 Oktober 2021 - 08:06 WIB

Kunjungan Kerja ke Jerman, Menteri Investasi Dorong SEW EuroDrive Dirikan Pabrik Di Indonesia FOTO : Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia (kanan)


JAKARTA, (otonominews) -- Menteri Investasi RI Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerjanya ke Jerman, beberapa waktu lalu. Dia mengatakan bahwa dalam kunjungannya tersebut, dia menemui salah satu perusahaan ternama di Jerman yang telah memiliki kantor di beberapa negara di dunia.

“Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jerman pada hari Kamis kemarin, saya menemui perusahaan SEW EuroDrive yang merupakan produsen teknologi penggerak (drive technology) yang telah memiliki kantor dan fasilitas produksi di beberapa negara,” ujar Bahlil Lahadalia lewat unggahan akun Instagram @bahlillahadalia.

Bahlil mengatakan, dengan melihat pasar Indonesia dan ASEAN yang terus berkembang dan sangat potensial, dirinya mendorong agar SEW EuroDrive mempercepat keputusannya untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

“Saya juga menyampaikan bahwa Kementerian Investasi siap untuk memberikan dukungan dari sisi perizinan, ketenagakerjaan, dan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait,” katanya.

Tak kalah penting, lanjutnya, bagaimana perusahaan dapat bekerja sama dalam bentuk kemitraan dengan pengusaha lokal dan UMKM di Indonesia.

Selain perusahaan-perusahaan teknologi, kunjungan kerjanya ke Jerman ini salah satunya melakukan pertemuan dengan Fairventures Social Forestry, perusahaan yang bergerak dalam kegiatan reforestrasi hutan secara komersial dan memiliki minat investasi di sektor perkebunan serta pengolahan kayu.

“Saya menyampaikan bahwa Kementerian Investasi mendukung pendirian pabrik pengolahan kayu dan menegaskan agar perusahaan harus bekerja sama dengan masyarakat sekitar atau UMKM setempat,” tuturnya.

Kementerian Investasi akan selalu siap untuk membantu menyediakan informasi mengenai pengurusan izin–izin dan juga insentif bagi investor. “Hal ini kami lakukan agar percepatan realisasi investasi di Indonesia dapat berjalan dengan cepat, baik, dan lancer,” ucapnya.

Kunjungan kerja ke Eropa, terangnya, diawali dari kota Frankfurt, Jerman untuk melakukan pertemuan dengan BASF, perusahaan kimia multinasional dan produsen kimia terbesar di dunia asal Jerman yang juga telah melakukan investasi di Indonesia.

Menurutnya, BASF berminat mengembangkan investasinya di bidang industri smelter nikel dan kobalt yang merupakan komponen bahan baku baterai listrik.

“Sesuai arahan dari Bapak Presiden @jokowi, saya dorong agar investasi BASF tidak hanya berhenti pada industri pemurnian nikel namun sampai pada produk akhirnya, yaitu komponen sel baterai. Saya dan tim di Kementerian Investasi siap mendukung dan memfasilitasi percepatan realisasi investasi BASF ini,” bebernya.

Bahlil berterima kasih juga kepada  Arif Havas Oegroseno selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman yang telah memberikan sambutan hangat dan mendukung penuh mempromosikan investasi Indonesia.