Anies Baswedan, Guru Paling Fenomenal

husnie | Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:59 WIB

Anies Baswedan, Guru Paling Fenomenal FOTO : Anies Baswedan membaca buku How Democracies Die (Twitter)


Oleh: Baharuddin MD [Pakbahar] *)

JAKARTA, (otonominews) -- Mungkin banyak guru fenomenal yg lain, tapi kali ini saya ingin menulis sedikit tentang guru fenomenal yang sedang berkiprah mempimpin kota besar di Indonesia.

Beliau berangkat dari seorang guru, dosen, rektor dan kemudian menteri pendidikan.  Beliau bukan politikus juga bukan anggota partai manapun. Beliau murni seorang pendidik dan akademisi.

Kemudian beliau dipercaya oleh ummat untuk menjadi pemimpin di ibu kota. Di dukung oleh beberpa partai dan beberpa ormas2 keagamaan, ormas kebudayaan dan ormas kedaerahan.  Luar biasa..!. 

Sebagai seorang pendidik beliau menerapkan apa yang di sebut dengan 5S, yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun. Sifat dan karakternya itu semakin lengkapi dengan sikap ketegasan dan keberaniannya untuk menegakan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Luar biasa..!

Jika ada gubernur tanpa "urat malu", maka beliau adalah gubernur tanpa "urat takut".  Ya..! Begitulah beliau. Beliau berani melawan kesewenang wenangan, ketidak adilan dan  kezaliman yang dilakukan oleh siapapun. Beliau adalah penegak pancasila dan UUD 45, beliau memiliki komitmen kebhinnekaan dan komitmen yang tingi untuk mempertahankan NKRI. 

Untuk komitmennya tersebut beliau tidak ingin ada penjajahan ekonomi dan penguasaan lahan negara oleh "segelintir" orang secara tidak adil atau tidak syah. Karena itu beliau menata kembali semua ketidak-beresan yang terjadi di ibu kota. Inilah sosok guru yang patut di gugu dan ditiru. 

Yang hebatnya lagi, beliau tidak takut di fitnah, tidak takut diancam, tidak takut dituduh menebar kebencian.  Karena beliau yakin setiap kali menegakan kebaikan dan kebenaran, pasti ada yang merasa terancam karena prilaku kejahatannya dikhawatirkan terungkap.

Jika ada tudingan dan fitnah, beliau menjawabnya dengan ramah, cerdas dan tegas sambil mengulum senyumnya. Inilah karakter pemimpin yang patut kita banggakan dan hormati. Beliau paham betul, bahwa menjadi pemimpin itu tidak perlu harus bentak2, marah2, tuding2 apalagi gertak2 atau ancam2an, apalagi disampaikannya dengan bahasa yg jorok, kasar dan kotor. Tidak perlu..!!. Begitulah seorang guru sejati. 

Selamat guruku yang fenomenal. Selamat memimpin kota Jakarta. Salam semangat. Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan dan ridhoNya. Aamiin.

*) Guru, Trainer Dan Motivator, Aktif di Lembaga Jari Aljabar Center Indonesia