Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, Sri Mulyani: Konsolidasi Fiskal Harus Dilakukan Secara Bertahap

Wie | Jumat, 15 Oktober 2021 - 12:56 WIB

Pertemuan Tahunan IMF-World Bank, Sri Mulyani: Konsolidasi Fiskal Harus Dilakukan Secara Bertahap FOTO : Menkeu, Sri Mulyani Indrawati


WASHINGTON DC, (otonominews) -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada hari kedua pertemuan tahunan IMF-World Bank mengadakan pembahasan mengenai pemulihan ekonomi dunia yang tidak merata.

Hal ini akibat tidak semua negara mampu mendapat akses vaksin Covid dan munculnya tantangan dan ketidakpastian baru yang menimbulkan komplikasi bagi para pembuat kebijakan.

“Naiknya harga minyak dan gas, harga komoditas, harga pangan, ditambah dengan disrupsi rantai supply- telah menimbulkan tekanan inflasi tinggi di  berbagai negara-negara maju,” ujar Sri Mulyani dikutip akun Instaggram pribadinya, Kamis (14/10/2021).

Kondisi ini, kata Menkeu, akan memaksa perubahan kebijakan moneter di negara maju yang berpotensi menimbulkan dampak rambatan spillover ke seluruh dunia. “Semua negara mengalami penurunan ruang fiskal dan moneter - sementara tekanan ekonomi masih belum menurun,” sebutnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani menerangan, kompleksitas lingkungan global juga masih ditambah dengan tantangan perubahan iklim dan pandemi yang belum berakhir - yang menuntut semua negara untuk menyusun kebijakan penanganan yang membutuhkan sumber data/resource yang tidak sedikit.

“Namun apabila tidak ditangani  sejak sekarang akan menimbulkan dampak kerugian material yang sangat besar dan bahkan krisis kemanusiaan,” tuturnya.

Tantangan in, kata Sri Mulyani, harus dihadapi dan ditangani dengan kombinasi kebijakan Fiskal,Moneter yang responsif dan fleksibel namun tetap terukur dan akuntabel.

“Konsolidasi fiskal harus dilakukan secara bertahap dan sesuai tahap dan perkuatan pemulihan,” katanya.

Reformasi struktural untuk membangun dan memperkuat fondasi ekonomi yang produktif, inovatif dan kompetitif harus terus dilakukan dengab konsisten dan efektif serta berhasil guna.

Indonesia terus melakukan lengkap-langkah pemulihan ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi dengan berbagai langkah reformasi struktural. “Sinergi semua pemangku kepentingan sangat penting,” tutupnya.