Ketua MUI DKI: Kemal Ataturk Tokoh Sekuler Yang Banyak Menyakiti Umat Islam

husnie | Rabu, 20 Oktober 2021 - 05:15 WIB

Ketua MUI DKI: Kemal Ataturk Tokoh Sekuler Yang Banyak Menyakiti Umat Islam FOTO : Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar


JAKARTA, (otonominews) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menolak rencana penamaan Jalan Mustafa Kemal Ataturk di Menteng, Jakarta Pusat, sebagai imbal balik nama Jalan Ahmed Sukarno di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, Turki,

Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar menyatakan menolak wacana nama tokoh Turki, Mustafa Kemal Ataturk, dijadikan nama salah satu jalan di DKI Jakarta. Dia meminta pemerintah agar berpikir ulang untuk menamakan jalan atas nama tokoh sekuler tersebut.

“Kita tahu sepak terjang Mustofa Kemal Attrarturk, dia adalah tokoh sekuler yang banyak menyakiti umat Islam sepanjang kepemimpinannya di Turki,” ujar Kiai Munahar lewat keterangan video yang diterima otonominews, Selasa (20/10/2021).

Bukan tanpa alasan, Kiai Munahar mengungkapkan, sepak terjang Mustafa Kemal yang banyak menyakiti umat Islam di Turki membuat umat Islam di dunia merasa tersakiti hingga kini.

Sebab di masa kepemimpinannya, dia merubah kesultanan Turki menjadi negara sekuler dan menjauhkan masyarakat dari syariat Islam.

Atarturk juga orang yang memaksa umat Islam agar mengganti Alquran dengan Bahasa Turki, mengganti Azan dengan Bahasa Turki. Dan saat memimpin banyak ulama dan tokoh-tokoh Islam yang dibunuh karena berseberangan dengannya.

Kiai Munahar menegaskan, sejarah seperti itu tidak akan pernah terlupakan dalam benak umat Islam.

“Karena itu, sebagai umat Islam mayoritas di Indonesia ini, utamanya di Kota Jakarta kami atas nama pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta menolak tegas jikalau ada atau dengan wacana atas nama jalan Mustafa Kemal Ataturk,” ucapnya.

Mewakili MUI DKI sekaligus putra Betawi, ia menolak jika ada jalan di Ibu Kota yang dinamakan Mustafa Kemal Ataturk. “Yang kedua atas nama putra Betawi pun demikian karena Betawi identik dengan Islam,” sambungnya.

Karena itu, tegasnya, sebagai umat Islam mayoritas di Indonesia, terutama di Kota Jakarta, MUI DKI Jakarta menolak tegas jalan atas nama Mustofa Kemal Attarturk.

"Sebaiknya pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengkaji secara benar rencana pemberian nama Jalan Mustafa Kemal Ataturk," pungkasnya.