Mustafa Kemal Ataturk

husnie | Jumat, 22 Oktober 2021 - 03:25 WIB

Mustafa Kemal Ataturk FOTO : Emha Ainun Nadjib


Oleh: Emha Ainun Nadjib *)

JAKARTA, (otonominews) -- Anda tahu Mustafa Kemal Ataturk ? Dialah Presiden pertama Republik Turki Sekuler.

Ketika Mustafa Kemal berkuasa di Turki, dia menjadi diktator pertama di dunia Islam.

Habis semua umat Islam dalam genggaman tangannya. Tangannya berlumuran darah umat Islam yang menghendaki agar Khilafah Utsmani kembali menghiasi bumi Islambul.

Mustafa Kemal juga yang menghapus segala bentuk hukuman syariah. Dia menghapus hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina, hukum qishash bagi pembunuh, lalu digantinya dengan hukuman penjara.

Tak hanya itu, Kemal juga menghapus hukum waris, menyamaratakan ahli waris laki-laki dengan ahli waris perempuan, menghapus hukum hijab bagi muslimah, mengubah Masjid Aya Soffia menjadi museum, mengganti kalimat adzan dengan bahasa Turki, menggalakkan minuman khamr di tempat umum, dan merubah majlis-majlis ilmu dengan tempat lokalisasi pelacuran dan diskotik.

Tak hanya mengubah sistem pemerintahan Turki yang Islami menjadi sekuler, Mustafa Kemal juga memiliki sifat sombong sebagaimana Fir’aun.

Dalam suatu kesempatan, Mustafa Kemal berpidato di hadapan para tentaranya:

“Kini siapa yang berkuasa, aku atau Tuhan ?”

Dengan perasaan takut, para tentara itu serentak mengucapkan:

“Andalah paduka yang kami takutkan sekarang."

Mendengar jawaban dari para tentara itu, senyum kesombongan mengukir di bibir Mustafa Kemal.

Tapi semua itu berakhir pada Oktober 1938.

Awalnya ia menderita penyakit kulit. Namun diikuti oleh berbagai penyakit tambahan: malaria, lever dan penyakit kelamin.

Dokter pribadinya memberinya salep dan dioleskan di kulitnya yang luka karena garukan kukunya.

DR. Abdullah ‘Azzam dalam bukunya Al- Manaratul Mafqudah, menjelaskan proses ajal Mustafa Kemal Ataturk yang mengerikan.

Menurut DR. Abdullah ‘Azzam, cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti.

Untuk mengeluarkan cairan dalam tubuhnya, tim dokter  menusukkan jarum di perutnya. Tapi perutnya malah membusung dan kedua kakinya bengkak. Wajahnya menjadi pucat pasi dan terlihat seperti tengkorak.

Mustafa Kemal yang sedang sakit menderita itu dalam kesehariannya dilingkupi rasa panas yang luar biasa.

Gatal-gatal di tubuhnya semakin menjadi-jadi, hingga dia merasa tak tahan, lalu menjerit sampai terdengar di seluruh Istana.

Badannya yang panas hingga melebihi suhu normal, membuatnya tak mau masuk Istana. Dia minta dibawa ke tengah laut untuk menurunkan suhu tubuhnya. Tapi, suhu tubuhnya tidak pernah turun.

Syaikh DR. Sayyid Husein Al Affani, dalam kitabnya Al-Jaza Min Jinsil Amal, mengisahkan bahwa sebenarnya Mustafa Kemal sudah mulai menderita kanker hati pada sejak tahun 1936. Tapi anehnya para dokternya baru mengetahui Mustafa Kemal terkena kanker pada tahun 1938.

Pada pagi hari tanggal 10 November 1938, Mustafa Kemal dinyatakan meninggal oleh tim dokter. Sakaratul maut yang amat mengerikan.

Bahkan, ketika proses pemakaman pun, para ulama Turki menolak untuk menyalatkan jenazah busuknya.

Baru di hari ke-9, atas desakan dan permintaan dari adik perempuannya, para ulama dan rakyat Turki mengkafani, menyalatkan dan menguburkannya.

Tapi naas, ketika akan dimasukkan ke bumi, jenazahnya terlempar ke atas.

Akhirnya disepakati untuk menimbun jenazah Kemal dengan bebatuan di bukit di Ankara.

Baru setelah 15 tahun kematiannya, jenazahnya kembali dikuburkan. Tapi lagi-lagi, bumi menolak jenazahnya.

Hingga akhirnya jenazahnya dimasukkan ke dalam museum Etnagrafi di Ankara, Turki. Jenazahnya ditimbun dengan bebatuan marmer yang berbobot 44 ton.

Jika Anda pergi ke museum Etnagrafi di Turki untuk melihat makamnya, para pemandu museum akan menyemprotkan parfum ke pakaian Anda. Sebab jika sudah mendekati makamnya  pasti akan tercium bau yang lebih busuk dari bangkai.

Pihak museum pun mengakui, jika sumber bau busuk itu bukan dari WC atau septictank yg bocor, melainkan dari makam Mustafa Kemal Attaturk.

Kisah ini memberikan i’tibar. Seperti kata bbrp ulama, kalau kamu benci dan mencoba menjegal Khilafah, maka kamu akan melawan Allah. Lihat, kematian yg mengerikan menimpa Mustafa Kemal Attaturk, si penjegal dan penghancur Khilafah Utsmani.

Aroma bau yg terus keluar dari makam Mustafa Kemal, adalah cara Allah memperingatkan kepada siapa saja, yang mencoba sombong dengan kekuasaannya dan melawan syariat-Nya, maka dia akan mendapatkan kematian yg terhina !

Wallahu’alam bisshowwab

*) Penulis adalah Budayawan