Sri Mulyani: G20 Sepakat Bentuk Task Force Menguatkan Dunia Hadapi Pandemi

Wie | Minggu, 31 Oktober 2021 - 04:59 WIB

Sri Mulyani: G20 Sepakat Bentuk Task Force Menguatkan Dunia Hadapi Pandemi FOTO : Menkeu, Sri Mulyani Indrawati


ROMA. (otonominews) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengunggah foto kegiatan dirinya dalam pertemuan G20 join di Roma, Italia. Sri Mulyani  mendampingi Presiden Jokowi dalam persiapan KTT G20. Dia juga menjelaskan apa yang dia sampaikan dalam pertemuan tersebut.

"Hari kedua di Roma dalam rangka G20. Pertemuan G20 join Menteri Keuangan (hadir fisik) dan Menteri Kesehatan (virtual). Dunia tidak siap menghadapi Pandemi," ujar Sri Mulyani lewat akun Instagramnya, @smindrawati, Sabtu (30/10/2021).

Sri Mulyani menerangkan, dunia tidak siap menghadapi Pandemi. Pandemi Covid-19 begitu dahsyat menular lebih dari 245 juta manusia di seluruh dunia dan menelan korban hampir 5 juta nyawa manusia dan belum menunjukkan tanda berakhir.

“Covid -19 telah menyebabkan Dunia kehilangan US$ 12 triliun, dalam bentuk kontraksi ekonomi, biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, kemiskinan dan  biaya fiskal untuk mengatasinya,” paparnya.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah berusaha mencari jalan lebih baik untuk mencegah ancaman pandemi yang akan datang. Dia akan mengupayakan vaksinasi yang merata di seluruh dunia.

“Pertemuan Menkeu dan Menkes G20 berupaya mencari jalan bagaimana Dunia bisa lebih baik dalam mencegah dan menangani ancaman Pandemi saat ini dan kemungkinan Pandemi yang akan datang,” katanya.

Akses vaksin yang tidak merata. Negara maju telah mampu mencapai vaksinasi diatas 70% populasinya, negara miskin masih 6% populasinya yang mendapat vaksin. Mereka tidak punya dana/anggaran, teknologi dan akses vaksin.

Ketidaksetaraan vaksin ini membahayakan seluruh dunia karena virus Covid-19 akan terus bermutasi dan mengancam siapa saja, dimanapun mereka berada. Sri Mulyani mengatakan G20 sepakat untuk membentuk task force demi menguatkan dunia dalam menghadapi pandemi. Serta mencari solusi pendanaan untuk membantu negara miskin.

“G20 sepakat membentuk Task Force untuk menciptakan perkuatan dunia menghadapi pandemi, mendukung perkuatan WHO. Task Force harus mencari solusi pendanaan baik untuk membantu negara-negara terutama negara miskin lebih siap dan lebih baik dalam sistem kesehatannya menghadapi ancaman pandemi, dana untuk penelitian virus dan penemuan vaksin serta produksi dan distribusi yang adil dan beradab,” tuturnya.

Sebagaimana dikabarkan, Indonesia akan memimpin forum G20 mulai 2022, tugas kita untuk memimpin upaya luar biasa dari masyarakat dunia mencegah krisis kemanusiaan, ekonomi dan keuangan.

Sesuai cita-cita para pendiri bangsa kita bahwa Indonesia harus ikut serta menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Kerjasama dan kolaborasi global adalah keharusan dan syarat mutlak menghadapi ancaman bersama bagi umat manusia di dunia, seperti Pandemi dan perubahan iklim,” pungkasnya.