Luhut Curhat ke Tony Blair: Mengapa Uni Eropa Senang Mengadukan Indonesia ke WTO?

Wie | Senin, 22 November 2021 - 19:31 WIB

Luhut Curhat ke Tony Blair: Mengapa Uni Eropa Senang Mengadukan Indonesia ke WTO? FOTO : Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan terima kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair


JAKARTA, (otonominews) -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengadakan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan rombongannya di kantor Kemenko Marves, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Pertemuan itu dalam rangka menindaklanjuti pertemuan di Inggris beberapa waktu lalu. Luhut mengaku menitipkan pertanyaan kepada eks Perdana Menteri Inggris, Tony Blair perihal gugatan Uni Eropa terhadap Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. 

“Secara khusus, saya menitipkan pertanyaan kepada beliau mengapa Uni Eropa lebih senang mengadukan Indonesia ke WTO, bukankah membuka peluang kerja sama rasanya akan lebih saling menguntungkan kedua belah pihak?” kata Luhut dalam akun instagram pribadinya @luhut.pandjaitan,Senin (22/11/2021).

Menurut Luhut, niat baik adalah kunci dari keberhasilan perbuatan baik. "Itulah yang saya rasakan hari ini ketika saya menerima kunjungan dari  Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam rangka “follow up” pertemuan  di Inggris beberapa waktu lalum," katanya. 

Luhut mengaku paham bahwa banyak negara maju terutama di Eropa, belum mengetahui kondisi Indonesia saat ini. Karena itulah, kata Luhur, seringkali muncul pemberitaan atau isu-isu yang tidak sesuai fakta bahkan cenderung diputarbalikkan, khususnya terkait hilirisasi minerba sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin berusaha mengadu domba baik dari luar maupun dari dalam negeri. 

Luhut mengatakan bahwa sebagai calon mitra konstruktif bagi Indonesia, diskusi 60 menit bersama Blair rasanya tidak cukup untuk menjelajahi rasa penasaran beliau akan capaian yang sedang dibuat Indonesia saat ini.

"Saya menceritakan banyak hal yang kami kerjakan, seperti hilirisasi minerba, potensi carbon trading, layanan kesehatan, hingga progress Pembangunan Ibukota Negara yang baru," tuturnya. 

Luhut mengaku mendapat apresiasi Tony Blair. Usai menerangkan bahwa Indonesia memiliki fokus khusus pada pengelolaan kekayaan alam, yang tentunya akan dilakukan secara seimbang.

“It’s amazing and very lovely to hear that," ucap Tony Blair ketika terangkan terangkan bahwa Indonesia punya fokus khusus pada pengelolaan kekayaan alam, tentu saja kita akan lakukan semuanya secara seimbang. 

"Mendengar tanggapan beliau, dalam hati saya berharap bahwa Mr.Blair akan menyampaikan seluruh kabar baik tentang kemajuan Indonesia kepada Perdana Menteri Inggris saat ini, Boris Johnson yang sempat saya temui juga beberapa minggu yang lalu," sebutnya.

Luhut mengaku, paham bahwa banyak negara maju terutama di Eropa, belum mengetahui kondisi Indonesia saat ini. Hal itulah yang menyebabkan seringnya muncul pemberitaan atau isu-isu yang tidak sesuai fakta, bahkan cenderung diputarbalikkan.

Di akhir pertemuan, Luhut sampaikan kepada Tony Blair untuk menjelaskan apa yang sedang dicapai Indonesia saat ini kepada PM Boris, bahwa kesempatan telah terbuka lebar untuk saling menjalin kerjasama berupa “joint investment” di beberapa bidang.

"Saya berharap apa yang Tony Blair dengar hari ini mampu mengubah pandangan beliau terhadap Indonesia yang dulunya disebut negara kelas dua, saat ini perlahan-lahan sedang berupaya untuk menjadi negara kelas satu bersaing dengan negara-negara maju di dunia," pungkasnya.