Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Husnie | Selasa, 30 November 2021 - 11:46 WIB

Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Harus Perhatikan Kearifan Lokal FOTO : Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono


BALIKPAPAN, (otonominews) -– Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono menyebut, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, harus memperhatikan kearifan lokal, sehingga aspirasi masyarakat harus diakomodir dalam pembangunan IKN baru. 

Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja bersama Komite I DPD RI di Kalimantan Timur, Senin (29/11/2021).

"Masyarakat Kalimantan Timur harus ikut andil dan menjadi tenaga-tenaga profesional.” kata Nono.

Menurut Nono, perlu ada strategi besar dalam pembangunan masyarakat di provinsi tersebut. 

Dirinya mengakui, saat ini sumber daya untuk pembangunan masyarakat masih terbatas, sehingga harus ada prioritas, inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan sumber daya masyarakat lokal. 

Oleh karena itu, Nono meminta pemerintah mengakomodasi masyarakat lokal Kalimantan Timur agar tidak terpinggirkan. 

"Harus ada komunikasi lebih lanjut, antara pemerintah melalui kementerian terkait sehingga saat fasilitas IKN dibangun, kualitas SDM juga harus ditingkatkan," kata Nono.

Untuk itu, Nono mengajak masyarakat Kalimantan Timur untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyambut rencana pemindahan ibu kota tersebut.

Sementara, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud menyebut, masih ada kendala infrastruktur dalam rencana pembangunan IKN baru. 

Kendati demikian, lanjut Abdul, masyarakat setempat sangat berharap rencana pembangunan tersebut segera terwujud. 

“Kami yakin IKN tidak hanya membantu perkembangan Kalimantan Timur, tapi Kalimantan secara keseluruhan,” tutup Abdul Gafur Mas'ud.

Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut, 25 anggota DPD RI, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud, Dirjen Tata Ruang-Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Perwakilan BPK.