Luthfi A. Mutty: Penganiayaan Terhadap Mantan Bupati Boltim, Penghinaan Terhadap Negara

Wie | Senin, 03 Januari 2022 - 08:40 WIB

Luthfi A. Mutty: Penganiayaan Terhadap Mantan Bupati Boltim, Penghinaan Terhadap Negara FOTO : Staf Khusus Wakil Ketua MPR Bidang Aspirasi Masyarakat dan Daerah, Luthfi A. Mutty


JAKARTA, (otonominews) -- Staf Khusus Wakil Ketua MPR Bidang Aspirasi Masyarakat dan Daerah, Luthfi A. Mutty menegaskan penganiaayaan di hadapan aparat, apalagi aparat penegak hukum pada hakekatnya adalah penghinaan kepada APH (Aparat Penegak Hukum).

"Lebih dari pada itu, adalah penghinaan pada negara," ujar Luthfi, Senin (3/1/2022), menanggapi kejadian yang menimpa Sehan Salim Landjar, mantan Bupati Boltim belum lama ini.

Luthfi menjelaskan, konstitusi menegaskan bahwa negara itu hadir untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah. "Jika aparat sebagai personifikasi negara tidak dapat melindungi rakyat, lantas siapa lagi yg diharap oleh rakyat melindungi mereka," ucapnya.

Menurutnya, sebagai personifikasi negara tidak dapat melindungi rakyat, lantas siapa lagi yg diharap oleh rakyat melindungi mereka. 

"Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan. Karena dapat mendorong masyarakat tidak percaya pada aparat. Implikasinya adalah munculnya perilaku main hakim sendiri," katanya.

Sebagaimana diberitakan otonominews, Jumat, 31 Desember 2021, mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar menjadi korban penganiayaan. Bupati dua periode ini disekap dan dianiaya di Kota Kotamobagu, Rabu (29/12) kemarin. 

Akibatnya, Sehan mengalami luka serius di bagian hidung, akibat perbuatan pelaku yang diketahui berinisial AJ alias Ali.

Menurut informasi, akibat gigitan tersebut, ujung hidung Sehan putus. Sehan sendiri langsung melarikan diri dan menuju ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pertama.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kasus itu sudah ditangani oleh Polres Kotamobagu.

Polisi menyebut pelaku telah diamankan. "Pelaku AJ alias Ali sudah ditahan di Kotamobagu," kata Jules, kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Hal senada dikatakan Dirreskrimum Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Gani F Siahaan. "Memang betul terjadi penganiayaan yang dialami eks Bupati Boltim atas nama Sehan Landjar," kata Siahaan.

Saat ini, jelasnya, pelaku telah diamankan polisi. Namun, dia mengatakan belum diungkap identitas pelaku penganiayaan terhadap Sehan Landjar.

"Tersangka sudah ditahan dan proses nanti dilanjutkan sampai ke pengadilan," katanya.

Persoalan tersebut, jelas Siahaan, berawal masalah utang-piutang ini hendak diselesaikan lewat mediasi. Namun proses mediasi tidak mendapatkan kesepakatan, sehingga terjadi penganiayaan.

"Setelah dimediasi, ternyata tidak cocok. Kemudian satu pihak tak terima dan akhirnya terjadi aksi penganiayaan," tuturnya. 

Insiden penganiayaan ini berawal saat Sehan menemui AJ alias Ali di salah satu rumah yang ada di Kelurahan Tumoboi, Kota Kotamobagu.

Dia mengatakan penganiayaan itu diduga dipicu masalah utang-piutang saat pemilihan kepala daerah (pilkada)

"Ini permasalahannya adalah utang-piutang masalah pilkada yang tidak disepakati, akhirnya terjadi percekcokan," jelas Eyang, sapaan akrabnya,

Saat itu, keduanya terlibat percakapan yang cukup panjang. Namun, saat hendak meninggalkan tempat itu, Eyang kemudian langsung ditahan dan tak diperbolehkan untuk pulang.

Tak sampai disitu, kemudian Sehan Landjar mengalami penganiayaan dengan cara diserang dan digigit di bagian hidung oleh pelaku AJ alias Ali.

Akibatnya, hidung Sehan Landjar digigit mengalami pendarahan. Dari gambar yang beredar, tampak hidung Sehan Landjar sudah ditutupi kain perban.