Filipina Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara

Hen | Selasa, 11 Januari 2022 - 06:18 WIB

Filipina Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara FOTO : Ilustrasi (Ist)


MANILA (Otonominews) - Setelah Jepang dan Korea Selatan meminta agar Indonesia mencabut larangan ekspor batu bara, kini Negara Fiilipina menyusul mengajukan permintaan yang sama. 

Diketahui, Indonesia, pengekspor batu bara termal terbesar dunia, menangguhkan ekspor bahan bakar tersebut pada 1 Januari setelah perusahaan listrik negara PLN melaporkan stok bahan bakar untuk pembangkit listrik dalam negeri sangat rendah. 

Melalui Menteri Energi Filipina Alfonso Cusi mengatakan kebijakan tersebut merugikan ekonomi negaranya yang sangat bergantung pada batu bara untuk menggerakkan pembangkit listrik.

Untuk itu Alfonso meminta Indonesia untuk mencabut larangan ekspor batu bara. 

"Permintaan tersebut disampaikan Cusi dalam surat yang dikirim melalui Departemen Luar Negeri Filipina kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Arifin Tasrif," kata Departemen Energi dalam pernyataan pers tanpa menyebutkan kapan surat itu dikirim. 

Cusi telah meminta Deplu untuk menjadi penengah dan mengajukan banding atas nama Filipina melalui mekanisme kerja sama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Larangan ekspor Indonesia itu mendorong harga batu bara di China dan Australia lebih tinggi minggu lalu. Sementara itu, sejumlah kapal yang dijadwalkan membawa batu bara Indonesia ke pembeli utama, seperti Jepang, China, Korea Selatan dan India, berada dalam ketidakpastian di Kalimantan.

Sedangkan Filipina masih sangat bergantung pada batu bara untuk pembangkit listriknya. Negara itu membeli sebagian besar kebutuhannya dari Indonesia, dan beberapa negara lain, seperti Australia dan Vietnam, dengan harga lebih mahal.

Filipina mengimpor hampir 70 persen dari 42,5 juta ton pasokan batu bara pada 2020, menurut data pemerintah. Listrik yang dihasilkan dari batu bara menyumbang sekitar 60 persen dari bauran listrik di negara itu.

Pada 2021, Philipina memasok 2,3 juta ton batu bara per bulan dari Indonesia untuk bahan bakar pembangkit listrik, kata departemen energi.

Senator Win Gatchalian, yang mengepalai komite energi Senat Filipina, telah meminta departemen energi untuk menyiapkan langkah-langkah darurat, termasuk mencari pemasok potensial lainnya.