BMKG Peringatkan Hati-hati Gempa Susulan Banten

hen | Sabtu, 15 Januari 2022 - 07:25 WIB

BMKG Peringatkan Hati-hati Gempa Susulan Banten FOTO : Jumpa pers virtual BMKG menjelaskan tentang Gempa di Banten, Jumat (14/1).


JAKARTA (Otonominews) - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan kejadian gempa bumi susulan yang terjadi di Barat Daya Banten, Jumat (14/1/2022). 

"#Gempa Magnitudo: 5.7, Kedalaman: 10 km, 14 Jan 2022 16:49:21 WIB, Koordinat: 7.03 LS-105.25 BT (54 km BaratDaya SUMUR-BANTEN), Tidak berpotensi tsunami #BMKG," tulis BMKG di akun Instagramnya, Jumat (14/1/2022). 

BMKG menyarankan agar masyarakat hati-hati terhadap gempa susulan ini. 

"Saran BMKG, hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," sarannya. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat konferensi pers virtual, menyampaikan, terdapat lima kali gempa susulan pasca gempa mengguncang Sumur, Banten.

"Hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 5 kali," ucap Dwi Korita, Jumat (14/1/2022).

"Dengan magnitudo terbesar M 5,7," tambahnya.

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini berjenis gempa bumi dangkal. 

Sebelum terjadi gempa susulan, siang harinya gempa berkekuatan magnitudo 6,6 mengguncang Pandeglang, Banten, yang getarannya terasa hingga Jakarta, terjadi pada Jumat (14/1/2022).

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal," kata Dwikorita.

Gempa ini terjadi karena lempeng Samudera Indo-Australia bertabrakan dengan Lempeng Benua Eurasia. Lokasi tabrakan pun ada di bawah Pulau Jawa.

"Akibat aktivitas subduksi Lempeng Samudera Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Benua Eurasia, atau tempatnya ke bawah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara," jelasnya.

Hasil analisis mekanisme pergerakan lempeng bumi yang dilakukan BMKG pun, pergerakan lempeng bumi ini memiliki mekanisme naik maka terjadi gempa. 

Awalnya, gempa tercatat berkekuatan M 6,7 kemudian data diperbarui menjadi M 6,6 oleh BMKG.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana menyatakan pasca gempa terdapat kerusakan bangunan penduduk dan bangunan sekolah. 

“Pasca gempa ada beberapa kerusakan baik bangunan penduduk, kemudian bangunan sekolah, bangunan tempat ibadah,” ungkapnya, Jumat (14/1/2022).

Mengenai korban jiwa, pihaknya pun belum dapat memastikan.

“Terjadinya di siang hari, belum ada informasi, mudah-mudahan tidak ada korban jiwa,” tambahnya.

Pihaknya pun telah melakukan sosialisi mitigasi gempa.

“Kita sudah informasikan melalui perwakilan kecamatan, informasi tentang SOP sudah terinformasikan,” tukasnya