Menteri Basuki: Perubahan Iklim Jadi Tantangan Pengelolaan SDA di Indonesia

husnie | Minggu, 16 Januari 2022 - 16:21 WIB

Menteri Basuki: Perubahan Iklim Jadi Tantangan Pengelolaan SDA di Indonesia FOTO : Candi Borobudur


JAKARTA, (otonominews) -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat  pembangunan infrastruktur pengendali banjir Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo untuk mendukung kegiatan pariwisata pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dukungan infrastruktur dilakukan secara terpadu mulai dari perbaikan/normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai, pembangunan sistem drainase hingga bangunan penahan/pengaman Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan banjir. 

“Upaya penanggulangan bencana, termasuk banjir merupakan tanggung jawab kita bersama. Sesuai dengan tugas dan fungsinya, Kementerian PUPR berperan dalam masalah infrastruktur. Dalam pelaksanaan mitigasi dan pengurangan risiko bencana, penerapan teknologi sangat penting seperti pembangunan bendungan pengendali banjir," kata Menteri Basuki. 

Risiko banjir di Bandara YIA disebabkan karena kapasitas saluran drainase di sekitar tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang. Terdapat dua langkah penanganan yang dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) yakni pembangunan sistem drainase dan pengendalian debit sungai.

Pembangunan konstruksi prasarana pengendali banjir Bandara YIA dibagi menjadi empat paket pekerjaan yang dilaksanakan sejak September 2020 dan ditargetkan selesai pertengahan 2023. Pertama adalah Pembangunan Pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Barat yang dilaksanakan kontraktor PT. Bumi Karsa-Abipraya, KSO dengan nilai kontrak Rp389,9 miliar. Saat ini progres konstruksi paket ini mencapai 50,27%. 

Paket kedua yakni pembangunan pengaman Muara Sungai Bogowonto Sisi Timur yang dilaksanakan kontraktor PT. Wijaya Karya-Aneka Dharma Persada, KSO dengan nilai kontrak Rp375,5 miliar. Progres pekerjaannya saat sudah mencapai 53,77%. 

Selanjutnya paket ketiga yakni pembangunan Prasarana Pengendali banjir Sungai Bogowonto beserta anak sungainya yang dilaksanakan kontraktor PT. Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp337,4 miliar. Progres pekerjaan fisik paket ini mencapai 47,36%. Terakhir paket keempat yakni pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Sungai Serang PT. Pembangunan Perumahan dengan nilai kontrak Rp268 miliar, progresnya mencapai 49,70%.