Kecam Situs NikahSirri.com, Khofifah Sebut Potensi Praktik Pelacuran

henigun | Sabtu, 23 September 2017 - 22:45 WIB

Kecam Situs NikahSirri.com, Khofifah Sebut Potensi Praktik Pelacuran FOTO : Ilustrasi.(IST)


JAKARTA (Otonominews.net) - Sebuah situs web dengan alamat NikahSirri.com sedang jadi pembicaraan publik. Situs ini banyak menuai komentar kontra. Salah satunya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, yang mengecam keberadaan situs yang merupakan aplikasi untuk membantu mempertemukan seseorang dengan calon mempelai idamannya tersebut.

Dalam keterangan resminya, Khofifah mengungkapkan, dirinya menganggap situs nikahsirri.com berpotensi menjadi praktik pelacuran terselubung dengan modus agama.
"Nikah sirri kok dijadikan komoditas. Apalagi didalam situs tersebut terang-terangan menyebutkan lelang keperawanan yang dipromosikan secara online," ungkap Khofifah, Sabtu 23 September 2017.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama itu juga mengatakan, nikah sirri jelas-jelas bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yaitu UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa setiap perkawinan harus dicatat negara.

“Nikah di bawah tangan atau nikah sirri adalah pernikahan yang dilakukan di luar pengawasan petugas pencatat nikah dan sudah pasti tidak tercatat di KUA,” ujarnya.

Khofifah menerangkan, pernikahan merupakan hal yang sakral untuk membina hubungan yang bahagia, karenanya kata Khofifah perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Selain itu dalam nikah sirri, Khofifah melihat adanya potensi perbuatan-perbuatan melawan hukum seperti melegalkan perzinahan, selingkuh, hingga poligami.

Nikah sirri, lanjut Khofifah, meletakkan perempuan dalam posisi yang sangat lemah. Perempuan yang dinikahi secara sirri, menurut Khofifah, rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual.

Khofifah mengaku heran dengan kehadiran situs tersebut. Di laman beranda disebutkan bahwa program nikah sirri bisa membuat sebuah keluarga miskin mendapatkan pemasukan finansial yang cukup besar untuk modal usaha. Modal tersebut, seperti ditulis dalam situs, dianggap akan menciptakan banyak pengusaha UMKM yang baru, yang tidak hanya membuka lowongan pekerjaan, tapi juga mempercepat roda perekonomian nasional.

"Menikah bukan untuk mencari keuntungan, apalagi di situs tersebut ditulis bahwa nikah sirri dan lelang keperawanan adalah dimaksudkan untuk mengentaskan kemiskinan. Nikah untuk mencari ketenangan dan ketenteraman," tegas Khofifah.

Khofifah juga langsung kordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera menindak tegas pemilik situs tersebut setelah mendengar hasil investigasi Polri. Ia berharap Menkominfo RI, Rudiantara segera memblokir situs nikahsirri.com dan aplikasi android yang bisa diunduh secara gratis di google play store.

Situs web Nikahsirri.com muncul dan membuat heboh di kalangan warganet Indonesia. Dari situs resminya, NikahSirri merupakan aplikasi yang membantu mempertemukan seseorang dengan calon mempelai idamannya. Situs ini juga mengklaim memiliki database lengkap pria dan wanita yang serius untuk menikah.

Situs ini ternyata menawarkan kepada klien baik pria maupun wanita yang ingin mencari pasangan dengan cara mudah dan penuh kepastian.

Bagi yang tertarik menjadi pengguna jasa NikahSirri.com diharuskan untuk mendaftar sebagai member atau client dalam istilah mereka. Untuk menjadi client, seseorang diharuskan memiliki minimal satu koin mahar. Nilai per satu koinnya adalah Rp 100 ribu.

Nantinya, client akan melihat, mencari dan memilih mitra untuk dinikahi. Mitra merupakan sebutan bagi orang-orang yang bersedia mendaftar untuk menjadi mempelai.

 

 

BACA JUGA