Sultan Minta KPU Urus Mahasiswa Luar Daerah di Yogya

Irvan Utama | Rabu, 18 April 2018 - 14:34 WIB

Sultan Minta KPU Urus Mahasiswa Luar Daerah di Yogya FOTO : KPU Daerah Istimewa Yogyakarta menemui Sultan di Keraton Kilen


Yogyakarta (OtonomiNews) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga Sri Sultan Hamengkubuwoni V meminta Komisi Pemilihan Umum di wilayahnya memperhatikan ratusan ribu mahasiswa luar daerah di sana. Sultan mewanti-wanti KPU agar jangan sampai mereka tidak menggunakan hak pilihnya saat Pemilu 2019 mendatang.

"Agar difasilitas seperti lima tahun yang lalu. Jangan sampai mereka ini tidak menggunakan hak pilihnya," kata Sri Sultan HB X saat pencocokan dan penelitian oleh KPU di Keraton Kilen, Keraton Yogyakarta, Selasa, 17/4/18.

Sedangkan Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengungkapkan jumlah mahasiswa di DIY mencapai sekitar 380 ribu orang. Dari jumlah itu lebih dari 75 persennya mahasiswa dari luar daerah. Memang pada saat Pemilu 2019 itu belum tentu mahasiswa akan kembali ke daerah masing-masing karena bukan waktu liburan.

"Kami akan permudah proses pendataan atau pencatatan yang akan memilih di Yogya," kata Hamdan Kurniawan di Keraton Kilen, Keraton Yogyakarta.

KPU DIY mengaku telah menjalin kerja sama dengan beberapa kampus untuk menfasilitasi mahasiswa. Mereka juga melakukan kegiatan agar para pemilih dari luar DIY paham prosedur apa yang dilakukan untuk memilih di DIY.

Pada kesempatan itu KPU DIY bersama Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Kecamatan Kraton menemui Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X didampingi istrinya Gusti Kanjeng Ratu Hemas serta anak,  menantu dan cucunya untuk pencocokan dan penelitian (coklit) data calon pemilih Pemilu 2019.  

Dalam coklit yang dilakukan di Kraton Kilen tersebut berhasil didata sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) sebagai calon pemilih yaitu Sultan HB X dan GKR Hemas,  KPH Purbodiningrat dan GKR Maduretno,  KPH Notonegoro dan GKR Hayu,  GKR Condrokirono dan RM Gustilantika Marrel Suryokusumo kemudian Zuskar N,  GBRY Sri Kuswarjanti,dan RM Sakanti Kuswardana.

"Sementara putri sulung Raja Kraton Yogyakarta GKR Mangkubumi dan putri bungsunya GKR Bendara tercatat berdomisili di tempat yang lain," ujar Hamdan.

Hamdan mengatakan, Gerakan coklit ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga negara masuk dalam daftar pemilihan. Rencananya, serentak hari ini dengan minimal mendatang lima rumah. Seluruh kepala daerah di DIY baik gubernur, wakil gubernur, walikota/bupati pada hari ini pula dilakukan coklit dilanjutkan tokoh masyarakat dan tokoh agama nantinya.

Ia menambahkan, Coklit ini sangat penting karena merupakan masa yang sangat penting dimana seseorang akan di daftar dan di data. Tujuannya agar bisa mendapatkan haknya untuk mendapatkan hak pilih dalam Pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang.